Tiap 1 Jam Mati Lampu, Medan "Hemat" Rp 1 Miliar
Sejak terjadinya blackout system di PLN Sumbagut, listrik padam di
Tayang:
Editor:
Muhammad Tazli
Laporan Wartawan Tribun Medan : Eris Estrada
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejak terjadinya blackout system di PLN Sumbagut, listrik padam di seluruh wilayah Sumatera
Bagian Utara (Sumbagut). Mulai dari Aceh, Sumut hingga Pekanbaru Riau, Senin
(18/3) belum juga terdeteksi secara pasti. Listrik padam sejak pukul 12.00 WIB
hingga 15.00 WIB. PLN Sumbagut hanya memastikan kelebihan penggunaan daya di
ketiga provinsi ini diperkirakan menjadi penyebab hilangnya sekitar 1000
Megawatt (MW) pasokan listrik secara mendadak. Padahal ketersediaan cadangan
daya listrik di Sumut ternyata sudah minus sekitar 260 MW saja. Angka ini
muncul dari cadangan daya ideal yakni 400 MW dikurangi daya cadangan yang
tersedia yakni 140 MW. Sedangkan daya tersedia hanya 1.560 MW dikurangi beban
puncak 1.420 MW.
Mau tahu berapa biaya yang
berhasil “dihemat” PLN dengan pemadaman ini jika memakai bahan bakar minyak
alias BBM di Kota Medan?
Asal tahu saja, untuk Kota
Medan, sebagai kota pengguna listrik terbesar di Sumut, rata-rata pemakaian
daya totalnya sebesar 19,70 juta MW atau 19,70 miliar Kwh. Jika dirupiahkan,
biaya beban yang harus dibayar mencapai Rp 215,5 miliar.
Total biaya pemakaian
tersebut berasal dari konsumen PLN mulai dari sektor Rumah Tangga, Sosial,
Bisnis/Komersil, Industri hingga Pemerintah/Publik. Total pemakaian mencapai
200 jam dengan menghabiskan 283,511 juta kwh dengan beban biaya Rp 215,5
miliar. Jika satu jam saja dilakukan penghematan, maka Kota Medan bisa
menghemat energi sebesar Rp 1,07 miliar atau
1,385 juta kwh.
“"Bayangkan kalau satu
jam saja kita bisa menghemat sekitar Rp 1 miliar. Kita memang terus
mengupayakan dan mensosialisasikan soal efisiensi energi ini," kata Asisten Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan
PLN Medan, Mustaf Rizal.
Nah, kalau ada tiga jam
pemadaman sejak pukul 12.00 WIB hingga 15.00 WIB, berarti untuk Kota Medan saja
sudah ada “penghematan” sekitar Rp 3 miliar lebih. (ers/tribun-medan.com)
