Tio Fanta Pinem: Simfoni Perak yang Dibalut Kerinduan
Lewat kolaborasi instrumen yang dikomandoi Music Director Malvin
“Lagu Rindu Dihatinya ini sekaligus sebagai ungkapan rasa rindu saya untuk manggung di tanah kelahiran saya. Rindu saya juga buat kalian penggemar saya yang sudah 25 tahun menyokong karir saya,” katanya yang langsung disambut tepuk tangan gemuruh para penonton.
Lighting panggung berwarna ungu tampak elegan ketika menerpa tubuhnya yang dibalut gaun serba perak. Ciri khasnya yang kerap memakai sepatu boot warna hitam juga tak lupa dikenakan. Sesekali ia menghampiri penonton dan mengajak mereka untuk bernyanyi bersama. Total ada sekitar 20 lagu yang ia bawakan pada malam konser yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB itu.
Suasana pun semakin larut ketika ia berduet dengan beberapa artis Sumut lainnya, seperti Perwira Ginting, Juliana Tarigan dan Jun Simorangkir.
“Saya nggak menyesal untuk tampil malam ini. Semua musisi yang pernah ikut mensukseskan karir saya bermusik sudah hadir,” katanya lalu berduet dengan mereka satu persatu sambil bernostalgia. Deretan lagu andalannya, seperti “Lolah-lolah”, “Lanai-lanai”, Perkede La Megogo, Kopi ras Teh Manis, Kucoba Bertahan, Asing Hata Hatam, Pergeluh Kaciwer dan lagu lainnya membuai penonton kembali ke masa lalu, era dimana penyanyi bertubuh mungil ini mengeluarkan satu persatu hitsnya.
Suasana konser memang langsung berubah menjadi suasana reuni yang lama tak bertemu saat Tio Fanta mengajak para sahabatnya sesama musisi untuk bernyanyi. Bagaimana tidak, atas kiprah mereka juga lah ia berhasil menembus blantika musik tanah air.
Nyaris tak ada jarak antara Tio Fanta dan penonton malam itu. Sebagai seorang diva asal Sumut, dia berhasil menunjukkan kedekatan emosionalnya kepada penonton. Bisa dibilang, inilah konser Tio Fanta yang paling intim bersama para penggemarnya. Hampir sepanjang konser, ia tak pernah berhenti berkomunikasi dengan penonton. Dia sama sekali tak menunjukkan diri sebagai seorang diva yang terkenal atau penyanyi yang memiliki banyak prestasi selama 25 tahun berkarier. Ia tampil natural dan sederhana.
Acara yang dipromotori Benson Kaban, promotor BS Record ini, terbilang sukses. Antusias masyarakat Medan, bahkan ada yang dari Jakarta dan pelosok daerah Sumut, tampak membludak. Sebagian penonton bahkan rela berdiri di sudut ruangan hanya untuk menyaksikan satu persatu lagu yang dikumandangkan Tio Fanta Pinem.
“Kita memang sengaja menghadirkan beliau karena kepiawaiannya membawakan lagu dari berbagai etnis. Ini juga untuk membangkitkan kembali musisi asal Sumut yang sudah membawa harum nama daerah ini ke tingkat nasional bahkan internasional,” katanya. (ers/tribun-medan.com)