Nyanyikan Lagu "Pulanglah Uda", Nasril Kamaruddin Rindu Kampung
Uda kanduang dirantau urang, pulanglah Uda di tanah jao. Rindo
Editor:
Muhammad Tazli
Laporan Wartawan Tribun Medan : Eris Estrada Sembiring
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Uda kanduang dirantau urang,
pulanglah Uda di tanah jao. Rindo lah lamo indak basuo, apo ka dayo..
Penggalan lirik lagu “Pulanglah
Uda” khas Suku Minang Barat ini memang menggambarkan kerinduan seseorang untuk
pulang kembali ke tanah kelahirannya, Sumatera Barat. Tak pelak, setiap “urang awak”
yang menyanyikan lagu yang pernah dipopulerkan Hetty Koes Endang ini, biasanya
akan menyanyikannya dengan sepenuh hati.
Itu pula yang dirasakan Direktur
Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Inalum, Nasril Kamaruddin, ketika
mendendangkan lagu ini diiringi denting piano di Niagara Hotel Parapat, akhir
pekan kemarin. Mengenakan jaket hitam dan celana jeans kasual, pria yang gemar
tersenyum ini tampak terharu ketika memulai intro lagu ciptaan Sjam Tanjung
itu.
“Di tanah jao di rantau
urang..ah, lagu ini membuat saya rindu pulang kampung saja,” katanya ketika sedang
membawakan beberapa lagu di hadapan para pimpinan redaksi media massa yang ada
di Medan.
Kerinduannya tampak semakin
jelas, karena ketika disinggung apakah akan tetap memimpin Inalum pasca diambil
alih oleh Indonesia dari Jepang, ia belum memberikan kepastian.
“Saya tidak tahu. Jabatan sekarang
ini saja sebenarnya sudah rekor. Sudah tiga periode saya menjabat posisi direktur,”
katanya tersenyum. Ia kini memang menjadi orang kepercayaan Inalum di jajaran
direksi. Jabatannya berada di posisi kedua, di bawah Presiden Direktur yang
diisi oleh orang Jepang sebagai pemegang saham mayoritas.
Apalagi ia sudah 30 tahun
berkiprah di perusahaan produsen “ingot” ini. Meniti karir mulai dari staf
hingga jabatan tertinggi di Inalum, bukan tak mungkin terkadang membuatnya
merindukan kampung halaman.
“Saya sudah 30 tahun bekerja
di perusahaan ini. Lebih dari separuh hidup saya didedikasikan untuk Inalum,”
katanya kepada Tribun, sembari menikmati lagu-lagu nostalgia yang dibawakan
oleh para penyanyi di hadapannya. (ers/tribun-medan.com)