Kami Akan Sweeping MSDC

Koordinator Aksi, Israel Situmeang, pada orasinya mengatakan, jika

Laporan Wartawan Tribun Medan / Joseph Ginting

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Koordinator Aksi, Israel Situmeang, pada orasinya mengatakan, jika Polda Sumut tidak segera membubarkan MSDC tersebut maka semua elemen supir, masyarakat dan Kesper akan mengepung dan membubarkan paksa MSDC.

"Memang kami yakin Polda Sumut ini tidak berani membubarkan MSDC itu, karena si Jimmy pemilik MSDC itu teman dekat Kapolri. Maka jika ini masih berlanjut kami akan sweeping itu MSDC. Coba bayangkan, kalau mengacu pada peraturan dan perundang-undangan yang ada, untuk mengurus SIM C butuh sekitar Rp120 ribu hanya saja kalau kita urus sendiri jangan harap lulus tetapi jika melalui MSDC sudah pasti lulus," ujarnya di Pintu Masuk Polda Sumut, Senin (20/5/2013).

Keluhan tersebut diutarakan oleh
Kesper karena sejak MSDC berdiri masyarakat Kota Medan khususnya para supir yang hendak mengurus SIM di Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Medan menjadi sulit bahkan sering gagal karena tidak berhubungan dengan MSDC. Namun, jika mengurus SIM melalui MSDC satu hingga dua jam sudah bisa diselesaikan.

"Ini monopoli, masa jika mengurus sertifikat melalui MSDC 1-2 jam sudah selesai tetapi jika kita mengurus sendiri ke Satlantas Polresta Medan maupun Direktorat Lalulintas Polda Sumut bisa sampai dua bulan lamanya," ujarnya.

Ratusan massa yang mengatasnamakan dirinya Kesatuan Supir dan Pemilik Kendaraan (Kesper), Mendesak Kepala Kepolisian Daerah Sumut, Irjend Pol Wisnju Amat Sastro membubarkan sekolah mengemudi Medan Safety Drive Center (MSDC) di Jalan Bilal Kecamatan, Medan Timur, Senin.

(Cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Joseph Wesly Ginting
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved