Aweng Dilema Dapat Undangan dari Gatot
Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Anuar Shah dilema
Laporan Wartawan Tribun Medan/Liston Damanik
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Anuar Shah dilema karena harus memilih hadir pada pelantikan Gubernur Sumut atau menunaikan janji pada keluarga. Namun, akhirnya ia memilih keluarga.
“Tak mungkin saya membatalkan janji dengan anak-anak saya,” kata pria yang akrab dipanggil Aweng itu saat dijumpai di kantor Pemuda Pancasila (PP) Sumut, Kamis (13/6).
Ia menunjukkan sebuah undangan VIP berwarna cokelat bertuliskan namanya yang baru sampai. Undangan ini adalah untuk mengikuti Rapat Paripurna DPRD pelantikan Gubernur yang rencananya akan digelar 17 Juni nanti.
“Ini bukan karena saya pendukung Mas Gatot. Semua orang kan diundang,” katanya merendah.
Pada Pemilihan Gubernur Sumut 2013, PP mendukung pasangan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi. PP mengklaim ikut berkontribusi memenangkan pasangan nomor urut lima itu. Indikatornya, Gatot-Tengku Erry bisa menang di daerah yang bukan kantong suara Partai Keadilan Sejahtera, seperti Tapanuli Utara, Pakpak, dan Nias Selatan.
Aweng menceritakan, Gatot-Tengku Erry direkomendasikan oleh majelis pertimbangan organisasi bersama satu pasangan lainnya. Namun, setelah diadakan pemungutan suara di antara pimpinan cabang PP, akhirnya Gatot-Tengku Erry mendapatkan dukungan 95 persen.
“Kalau saya sih sudah lama kenal dengan Mas Gatot. Dulu sebelum jadi calon wakil gubernur, beliau sering mampir ke rumah kami di Jalan Kiwi usai pengajian,” ujarnya.
Secara pribadi dan organisasi, Aweng menyatakan dukungan terhadap Gatot Pujo Nugroho yang menurutnya merupakan sosok ramah, mau mendengarkan masukan lingkungan, dan tidak neko-neko alias sederhana.
“Pemuda Pancasila di barisan depan mendukung Gatot menjadi gubernur. Namun, jika Gatot melakukan tindakan korupsi, Pemuda Pancasila juga akan di barisan depan untuk meminta dia turun. Dukungan kami tidak membuta,” katanya.
Ia mengucapkan selamat untuk Gatot dan Tengku Erry dan berpesan agar keduanya bijak dalam memimpin Sumatera Utara. Pria berperawakan besar ini terutama berpesan agar Pemprov Sumut menggenjot pembangunan infrastruktur jalan yang membuat daetah ini seperti jauh tertinggal dibandingkan tetangganya, Aceh dan Sumbar. (ton/tribun-medan.com)