Teater O Akan Adakan Pementasan Untuk Galang Dana
Dalam rangka menggalang dana untuk Aquila, penderita atresia biller, Teater O USU mengadakan pementasan di gedung utama TBSU
Laporan wartawan Tribun Medan/Wiwi Deriana
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dalam rangka menggalang dana untuk Aquila, penderita atresia biller, Teater O USU mengadakan pementasan di gedung utama TBSU Medan. Produksi ke 117 Teater O ini akan menghadirkan drama komedi Detektif Danga Danga episode Negeri Para Bandit.
Pementasan yang hasil penjualan tiketnya seluruhnya akan diberikan kepada Aquila menghadirkan pementasan selama dua hari mulai Jumat (21/6) sampai Sabtu (22/6). Ada dua jenis harga tiket yang diberikan kepada masyarakat. Untuk mahasiswa dan pelajar dikenai tiket Rp 20ribu dan untuk umum Rp 30ribu.
Produser pementasan, Yulhasni menuturkan cerita dalam pementasan ini terinsipirasi dari karya Supriyadi Purba, "Negeri Tanda Tanya". Bahkan Supriyadi juga turut serta dengan menyumbangkan 30 persen dari hasil penjualan bukunya.
Negeri Para Bandit menceritakan mengenai si Ketua Dewan yang memulai perseteruan di rumah hingga ke ruang sidang. Masalahnya bukan mengenai hal yang berbau kepentingan rakyat melainkan tentang Jaka Sembung Bawa Golok yang jadi momok. Namun sosok yang entah ada atau tidak itu telah masuk ke wilayah pribadi si Ketua Dewan. Konflik dimulai dari rumah ketika Ketua Dewan harus berhadapan dengan kecerewetan istri Ketua Dewan. Masalah tidak hanya itu, Ia punya dua anak dengan karakter dan tipe yang berbeda. Si Mira yang centil dan si Dodong yang bloon. Juga pembantu yang sedikit usil dengan urusan rumah tangga si Ketua Dewan. Di sidang panitia khusus konflik pun bersileweran dari setiap anggota dewan yang berasal dari beberapa etnis. Ada Jawa, Minangkabau dan Batak. Posisi Ketua Dewan sangat kuat karena beberapa anggota adalah bagian dari praktik KKN yang dijalankannya selama ini. Sidang bubar karena kedatangan empat Detektif Danga Danga yang punya agenda lain di balik modus menangkap Jaka Sembung Bawa Golok.Lalu apa yang hendak mereka kerjakan? Dan bagaimanakah nasib si Ketua Dewan dan istrinya? Anda bisa menyaksikannya dalam pementasan nanti.
Dalam pementasan ini, Wakil Ketua DPRD Medan, H.M Afan juga akan turut serta ambil bagian. Ia mengatakan pementasan seni untuk penggalangan dana merupakan salah satu cara menyikapi lambannya bantuan dari pemerintah. Sebelumnya juga sudah diadakan penggalangan yang bekerjasama dengan cafe dengan mengadakan konser.
"Untuk mempersiapkan ini semua sebenarnya tidak terlalu lama. selama 14 hari kita mempersiapkan naskahnya lalu kita buat episode negeri para bandit," ujarnya saat diadakan konfrensi pers di Kantin Sastra USU.
Untuk menentukan pemeran dalam pementasan, pihak teater juga mengadakan casting. Bahkan Afan menuturkan dirinya juga ikut casting. "Saya bahkan sampai dua kali ganti peran. Saya harus ikut casting juga. Jangan mentang-mentang pejabat saya tidak dicasting. Sutradaranya tegas juga,"katanya.
(der/tribun-medan.com)