STIKes Flora Medan Siapkan Tenaga Ahli Hadapi Tantangan Dunia Kerja
Gedung-gedung perkuliahan yang berwarna putih tampak semakin indah dikelilingi
Laporan wartawan Tribun Medan/Wiwi Deriana
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Gedung-gedung perkuliahan yang berwarna putih tampak semakin indah dikelilingi pepohonan berwarna hijau. Perpaduan warna hijau yang alami dan putihnya gedung membuat perasaan semakin nyaman saat memasuki gedung kampus STIKes Flora Medan di Jalan Rajawali nomor 24 Medan. Berlokasi di tepi jalan, kampus ini memang dapat mudah dicapai baik melalui kendaraan maupun berjalan kaki dari pinggir jalan besar.
Berdiri sejak tahun 1984, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIkes) Medan telah mengalami banyak perkembangan. Awalnya kampus ini adalah sekolah Perawat Kesehatan (SPK). Kemudian seiring dengan perkembangan di bidang pendidikan terutama di bidang pendidikan tenaga perawat, maka pada tahun
1992 SPK dikonversi menjadi AKademi Keperawatan Flora Medan dan pada tahun 2002 didirikan juga Akademi Kebidanan Flora Medan. Dan sejak tanggal 2 Maret 2009, kedua akademi ini digabungkan menjadi STIkes Flora Medan.
Pembantu ketua I STIkes Flora Medan,Heni Triana,menuturkan pendirian kampus ini bertujuan untuk membentuk manusia yang berilmu ilmiah, terampil, cerdas, kritis, kreatif, bertanggung jawab, bersikap demokratis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu kampus berusaha menghasilkan tenaga kesehatan yang mampu meningkatkan dan mengembangkan ilmu kesehatan melalui penelitian kesehatan dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
"Kita ingin mahasiswa kita nantinya akan menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan mampu melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan status kesehatan masyarakat. Kita selalu berupaya menciptakan tenaga kerja yang mampu bersaing di dunia nasional maupun internasional," ujarnya saat berbincang di ruang kerjanya di STIkes Flora Medan beberapa waktu yang lalu.
(der/tribun-medan.com)