PT RAPI Sediakan 3 Armada Ekstra untuk Mudik

Beberapa hari jelang lebaran, lonjakan pemudik sudah mulai terlihat.

Penulis: Ayu Prasandi |

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Beberapa hari jelang lebaran, lonjakan pemudik sudah mulai terlihat. Beberapa loket-loket bus sudah tampak dipadati pemudik. Seperti di loket pengangkutan umum bus Raja Perdana Inti (RAPI) yang berada di Jl Sisingamangaraja, KM 6,8 Medan juga tak luput dari kepadatan pemudik.

Benyamin Tarigan, Direksi PT. RAPI. mengatakan, untuk tahun ini terjadi kenaikan penumpang, namun kenaikan penumpang terlihat dari luar daerah menuju Medan. Sementara dari Medan ke luar daerah masih normal.

"Tahun ini banyak dari daerah yang menuju Medan. Kalau dari Medan ke daerah malah normal," ungkapnya.

Ia menuturkan, untuk memenuhi permintaan tersebut,  saat ini pihaknya harus mengirimkan bus dengan keadaan kosong ke beberapa daerah tersebut, untuk melayani banyaknya permintaan penumpang dari luar daerah menuju Medan dan sekitarnya.

"Karena penumpang banyak dari luar daerah, kita harus kirim bus dengan keadaan tanpa penumpang kesana. Bus itulah nanti yang akan membawa penumpang menuju Medan," jelasnya.

Ia mengungkapkan, di hari biasa ia hanya menyediakan  13 armada bus yang berangkat dari Medan menuju daerah. Namun, untuk menghadapi lonjakan penumpang lebaran tahun ini, ia menyediakan tiga sampai empat armada tambahan setiap harinya.

"Di musim mudik kali ini kita sediakan sekitar 17 armada yang berangkat dari Medan. Permintaan yang paling banyak dari Medan-Jambi ataupun sebaliknya," ungkapnya.

Ia mengatakan, umumnya puncak lonjakan penumpang terlihat di H minus satu  lebaran. Itu artinya, dengan perjalanan yang menumpuh satu hari satu malam, para penumpang yang berangkat dari Medan ke daerah ataupun sebaliknya bisa sampai di kota tujuan di hari pertama lebaran.

Untuk memberikan pelayanan kepada penumpangnya, jasa pengangkutan umum yang sudah beroperasi sejak puluhan tahun ini selalu mengontrol mesin di setiap armadanya.

"Ada sekitar 60 unit bus kita. Setiap bus akan selalu dikontrol kekuatan mesinnya oleh para mekanik. Itu kita lakukan untuk mengantisipasi agar bus tidak rusak saat ingin mengantarkan penumpang ke kota tujuan," jelasnya.

(Cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved