Breaking News:

Lapas Siantar Mulai Kondusif

Pascabentrok sesama napi, Senin (23/9) lalu, Lembaga Pemasyarakatan

Laporan Wartawan Tribun Medan / Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Pascabentrok sesama napi, Senin (23/9) lalu, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pematangsiantar telah kondusif. Namun pejagaan masih tetap berlangsung. Pantauan Tribun, Selasa (24/9),

Pascakerusuhan antar napi di Blok Ambarita, penjagaan di Lapas Klas IIA Pematangsiantar masih tetap berlangung bahkan lebih meningkat dari penjagaan sebelumnya. Terlihat satu pleton pasukan Sabhara Polres Simalungun terlihat di Lapas Klas II Pematangsiantar.

Selain itu, terlihat beberapa personil TNI 0207 Kodim Simalungun masih berjaga, bergabung dengan personil kepolisian. Selain senjata api, juga terlihat pentungan pengamanan dan helm anti huru-hara sebagai bentuk kesiagaan. Sementara itu, aktivitas di Lapas juga sudah berjalan seperti biasa. Penerimaan kunjungan keluarga dari warga binaan dan kebersihan dari dinas terkait yang mengangkut sampah juga sudah berjalan sebagaimana mestinya.

Di dalam Lapas, terlihat para warga binaan juga beraktifitas seperti biasanya. Sejak pertama menginjakkan kaki usai melewati pintu besi, para warga binaan yang bekerja sebagai tamping (membantu pegawai, red) tak sungkan menyapa sembari melemparkan senyuman. ”Sudah aman bang. Nggak ada lagi napi yang ribut-ribut disini. Sudah dipindahkan tadi malam,"kata salah satu warga binaan usai menyapa Tribun.

Terkait masalah ini, KPLP Lapas Klas IIA Pematangsiantar Prayer Manik saat dijumpai diruang kerjanya mengatakan, pihaknya sungguh menyesalkan bentrokan antar napi."Jujur kita merasa sangat malu. Tapi kita cukup puas karena pihak kepolisian dan TNI selalu siap untuk membantu kita,"katanya seraya mengeluarkan ekspresi letih dari wajahnya.

Selain pejagaan bantuan dari pihak kepolisian dan TNI, kata prayer, pihaknya menambah pengamanan dari pegawai sendiri. Artinya, seluruh pegawai, khususnya laki-laki ditugaskan untuk berjaga selama 24 jam secara bergantian.

Namun, untuk personil Kepolisian dan TNI hanya ditempatkan di luar Lapas. Hal itu dijelaskan Prayer untuk mengantisipasi gejolak dari dalam diri warga binaan. "Memang dari dulunya kita harapkan bagi petugas yang berseragam dan berenjata lengkap, tidak boleh masuk. Mengingat adanya gejolak dari dalam diri warga binaan kita, seperti dendam. Tapi jika sifatnya darurat seperti pemindahan napi, kita perkenankan dan sangat kita harapkan pihak berwajib ada didalam,"katanya.

Dikatakan Prayer, pihaknya juga sangat optimis mengenai kejadian kerusuhan atau bentrok tersebut merupakan yang terakhir kalinya. "Kita pastikan kejadian yang semalam tidak akan terjadi lagi. Salah satu upaya kita yaitu, pada malam usai kejadian, 14 napi yang diduga terlibat langsung kita pindahkan,"ujarnya.
(akb/tribun-medan.com)

Penulis: akb lama
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved