Pakai Nama Orang tua Untuk Bisnisnya
Kesuksesan yang ingin kita raih tak terlepas dari usaha dan kegigihan. Berawal usaha keluarga yang menjadi pedagang
Penulis: Ayu Prasandi |
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Kesuksesan yang ingin kita raih tak terlepas dari usaha dan kegigihan. Berawal usaha keluarga yang menjadi pedagang martabak pinggir jalan sejak 1968 di Jalan Sentosa Baru, banyak kegagalan yang ia alami oleh Abdul Razak.
"Dari kecil saya ikut membantu orang tua saya berjualan martabak dan sampai tamat kuliah juga ikut membantu orang tua saya. Saat itu, setelah saya tamat kuliah mereka menginginkan agar saya kerja dikantoran. Agar ia bangga, saya menurutinya mencari-cari kerja kantoran tersebut. Sekitar tahun 2010 saya diperkenalkan sahabat ke dunia usaha. Di hari itu, saya berjanji pada diri akan membesarkan usaha yang telah dijalani orang tua saya selama ini," ujarnya.
Razak sapaan akrabnya mengatakan, Saat ia masih tetap bekerja dikantoran, ia juga mencoba merintis usaha kecil-kecilan. Di usaha yang ia rintis tersebut, ia mengalami jatuh bangun.
"Walaupun saat itu kelasnya pinggiran jalan. Namun bisa dikatakan saya mengalami keriguan yang sangat besar. Seperti, karyawan yang dipercayakan sering sekali mengecewakan atau sulit mencari karyawan yang baik dan memiliki motivasi yang jelas. Dan dalam proses control sangat ribet karena usaha pinggiran ini memiliki beberapa cabang," ungkapnya.
Kini, usaha cafe bernama Makyung yang berada di Jalan Halat merupakan nama orangtuanya dan menjadi favorit anak muda serta keluarga. Ia mengatakan semua usaha harus dimulai dari disiplin, komitmen kerja, kualitas yang terjami dan baik dengan customer.
"Sengaja mengambil nama orangtua, karena mengingat perjuangan keras mereka. Walau sudah besar, namaun di cafe ini martabak tetap menjadi menu andalan kami. Ada 8 jenis menu martabak yakni martabak telur yang sudah biasa, martabak spesial makyung, martabak sosis ayam, martabak tuna, martabak mushroom, martabak seafood, martabak keju, martabak beef, martabak smoke beef. Yang paling diminati yakni martabak spesial makyung," tuturnya.
Ia mengungkapkan, martabak spesial Makyung bergaya western. Terdapat campuran paprika, keju dan mayones di martabak tersebut. Dan toping serutan keju. Namun tidak meninggalkan kuah kari campur mayones yang menjadi khasnya. Perbedaan dan inovasi itu yang membuat martabaknya spesial di lidah masyarakat.
"Semua martabak ini kreasi kami sendiri. Kami juga berkonsentrasi pada customer oriented yakni menjaga kualitas. Jadi, bila ada customer yang komplain dengan menu yang sudah dipesan. Kami bersedia ganti baru," tukasnya.
Untuk harga yang ditawarkan cukup terjangkau, apalagi melihat banyaknya persaingan untuk usaha cafe tersebut. Harga minuman dibadrol sekita Rp 5ribu hingga Rp18 ribu. (Cr3/tribun-medan.com)