Ippho Santosa: Untuk Mencapai Kaya dan Bahagia

Dalam rangka menyambut hari pahlawan Quandran T dan Tintoz mengadakan Seminar

Tayang:

Laporan Wartawan Tribun Medan/Joko Susanto

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dalam rangka menyambut hari pahlawan Quandran T dan Tintoz mengadakan Seminar Motivasi bertemakan “17 Hal yang Harus Anda Lakukan Sebelum Mati, Agar Kaya dan Bahagian.” Sebanyak 213 peserta dengan serius dan canda tawa mengikuti acara, dengan pembicara tunggal Ippho Santoso. Hal itu diungkapkan Ketua Panitia, Apin di Hermes Hotel Medan, Jalan Pemuda, No. 22 Medan, Minggu (10/11/2013).

“Ini Seminar Motivasi 17 Hal yang harus anda lakukan sebelum mati. Tujuanya untuk memotivasi warga Medan dan sekitar agar lebih baik lagi kehidupanya, dapat menjadi kaya dan bahagia. Konsep acara, seminar, tanya jawab, doorprize, dan permainan-permainan,”ujarnya.

Ippho dalam pemaparanya mengatakan, untuk mencapai kaya dan bahagia, ia terinspirasi dari ungkapan Mahatma Gandhi, kebahagiaan itu dimulai dari luar bukan di dalam

“ Maka disini saya menyederhanakan 10 prinsip dasar untuk mecapai kaya dan bahagia. Semua yang dari luar terlihat, sedangkan dari dalam itu tak terlihat, misalnya karakter,”katanya

Dia menambahkan, 10 prinsipnya, yaitu, anda tidak harus mengalami everiting untuk memulai something .Anda tidak harus didukung everyone untuk menjadi someone. Jika anda ingin menguasai everithing anda malah menjadi nothing

“Tambahanya jika anda ingin menyenangkan everyone anda malah menjadi no one. Jika anda ingin melakukan something, mencerminkan anda melakukan everithing, tidak jaminan tapi tercermin. Jika anda gagal mengelola waktu maka anda akan gagal mengelola apapun Jika anda tak bahagia hari ini, anda tak akan bisa kapanpun,” ungkapnya

Dia menuturkan, selain itu, bahagia tanpa syarat, karena manusia selalu tak puas. Jika anda terbiasa bagun lebih awal, anda akan bisa dan terbiasa dengan kebiasaan2 lainya
(Golden time), misalnya mengerjakan skripsi kita tidur lebih awal sehingga paginya bagun fresh, dan memberikan dampak yg luar biasa.

“Jika nasib terburuk menimpa anda, sebenarnya itu memunculkan potensi terbaik anda .Kadang hadiah dari tuhan itu berupa masalah, jadi tergantung kita tabah atau tidak,” ujarnya

Dia mengatakan, Orang menganggap Jepang itu yes, pahadal tingkat bahagianya rendah karena banyak yang bunuh diri. Di Gunung Fuji ada tulisan, kalau di Indonesiakan, jangan tinggalkan sampah dan nyawa.

“Disana banyak RSJ, disana kayanya dapat bahagia tak dapat. Karena tak punya tujuan hidup. Jepang tidak masuk dalam dasar bahagia, ini contoh kecil,” sebutnya

(Cr2/trbun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved