Breaking News:

Takjub dengan Gunung Sinabung

Sejak September 2013 sampai saat ini, Gunung Sinabung masih saja bergemuruh. Bahkan satu minggu terakhir

Penulis: Liston Damanik | Editor: akb lama

Kebersihan pribadi pengungsi sangat penting dalam situasi bencana. Saat kebersihan pribadi terabaikan, maka pengungsi akan menghadapi ancaman baru. Ancaman ini berupa penyakit, seperti Diare Akut yang dapat membahayakan jiwa para pengungsi, terutama anak-anak.

Saya melihat kondisi anak-anak di lokasi pengungsian sangat memprihatinkan. Tempat tidur yang tidak memadai, kurangnya kesempatan bermain, serta kerinduan untuk kembali ke rumahnya menjadi percakapan kami bersama anak-anak yang mengungsi ini.

Selain itu kami juga mendistribusikan masker yang kami yakini sebagai alat utama untuk menghindari penyakit langsung yang disebabkan oleh paparan abu vulkanik.

Di balik tanggap darurat ini, saya juga melihat modal besar dari kekuatan sosial masyarakat. Semua masyarakat yang tersebar di lokasi turut serta terlibat dalam kegiatan yang ada di lokasi pengungsian seperti bergantian dalam pengelolaan dapur umum. Masyarakat sekitar lokasi pengungsian juga bersikap terbuka dengan membantu para pengungsi. Mereka turut bahu-membahu dalam mengatur pos penampungan ini.

Masih banyak persoalan yang pastinya akan hadir di depan. Lonjakan gelombang pengungsian yang besar ini akan menghadirkan tantangan bagi saya sebagai pekerja kemanusiaan. Terlebih lagi kita belum tahu kapan Gunung Sinabung akan berhenti.

(ton/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved