Sebelum Ditemukan Tewas Jeni Pernah Ngadu ke Pihak Keamanan
Jeni Chandra (30), pengusaha pengecer jajanan yang ditemukan tewas bersimbah darah di
Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Jeni Chandra (30), pengusaha pengecer jajanan yang ditemukan tewas bersimbah darah di lantai dua rumahnya yang terletak di Blok I, No 1, Perumahan Padang Hijau, diketahui sempat mengeluh kepada sejumlah pihak keamanan perumahan. Hal tersebut diungkapkan salah seorang pekerja distributor perusahaan makanan yang kebetulan ditemui Tribun di depan rumah korban.
"Saya rencana mau nyari makanan ini bang. Kebetulan suami si korban (Hengky) katanya lagi di pemakaman. Mereka belum bayar sama toke saya," ujar pria yang enggan menyebukan identitasnya ini pada Tribun, Selasa (10/12/2013).
Menurut lelaki bertubuh pendek ini, sebelum ditemukan tewas korban diketahui pernah mengeluh minta keamanan kepada keamanan perumahan.
"Saya kan sering ngantar barang ke sini. Saya sempat dengar si korban ini pernah minta tolong sama security. Katanya minta pengamanan. Karena sering bertengkar dengan suaminya," ujar lelaki yang mengenakan pakaian kaos hitam dan celana keper hitam ini.
Dalam proses penyelidikan, Polsekta Sunggal bekerjasama dengan Polresta Medan sejauh ini telah mengamankan dua saksi, yakni Jainal dan Bambang. Keduanya merupakan sopir dan kernet yang bekerja di rumah korban.
Kedua saksi ini disebut terakhir kali sempat terlihat di rumah korban. "Yang diamankan si Jainal sama Bambang. Tapi kalau saya rasa, mereka tidak ada kaitannya. Karena semalam (Senin) jam 12 siang saya masih jumpa sama korban. Orang si Bambang pun pulang jam 4 sorenya," kata pria yang belakangan diketahui bernama Abi.
(cr5/tribun-medan.com)