Operasi Pasien Undescended Testis Berjalan Lancar
Panitia Natal PWI Sumut 2013 bekerjasama dengan Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) dan rumah sakit Murni
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Panitia Natal PWI Sumut 2013 bekerjasama dengan Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) dan rumah sakit Murni Teguh Medan, bantu operasi Balita, Abednego Nainggolan (5) dari keluarga kurang mampu Rapen Nainggolan (43) dan Rumondang Pasaribu (42). Kegiatan sosial ini menjadi salah satu diantara berbagai kegiatan yang digelar untuk turut dalam memeriahkan perayaan natal tahun ini.
Seperti disampaikan Ketua Umum Perayaan Natal PWI Sumut Anton Panggabean MSi kepada wartawan, Sabtu (21/12) saat meninjau kesiapan acara puncak di Hotel Danau Toba Internasional (HDTI). "Berbagai kegiatan telah kita gelar sebelumnya, bahkan untuk kegiatan setelah ibadah natal malam ini, juga direncanakan ada kegiatan di malam 24 Desember mendatang," ujarnya.
Sebelumnya, Rapem Nainggolan yang tinggal di Simpang Selayan Medan menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Panitia Natal PWI, YSKI dan RS Teguh Murni, sehingga anaknya bisa dioperasi. “Sebelumnya kami hanya membawa anak kami berobat secara alternative, namun setelah kami mengetahui ada acara Baksos Natal PWI Sumut, kami pun menjumpai salah satu panitia Natal PWI Sumut. Setelah jumpa salah satu panitia, lalu Ketua Natal PWI Sumut Anton Panggabean SE MSi pun memfasilitasi operasi anak saya. Hari ini, operasi sudah selesai dan kami mengucapkan terimakasih banyak kepada Panitia Natal PWI Sumut, YSKI dan RS Murni Teguh,” ucap Rapem di hadapan Ketua Panitia Natal PWI Sumut Anton Panggabean SE MSi, dr Horas Rajagukguk Sp.B,FInaCS (dokter pelaksana operasi), pimpinan RS Murni Teguh dr Mutiara dan panitia Natal PWI Sumut lainnya usai anaknya dioperasi Kamis kemarin.
Adapun Panitia Natal PWI Sumut yang hadir mendampingi Ketua PWI Sumut, Bendahara Muliadi Hutayan SP, Roland Tambunan SE, Dona Hutagalung SSos dan Benny Pasaribu, dan undangan panitia Drs Murtama Panggabean MM.
Anton Panggabean mengatakan, agar Rapem dan keluarga tidak lupa bersyukur kepada Tuhan. “Panitia PWI Sumut bisa menjadi saluran berkat juga karena kehendak Tuhan dan kami melaksanakannya. Kami berharap Abednego Nainggolan bisa tumbuh normal dan sehat serta anak yang baik di hadapan Tuhan hingga akhir tuanya nanti,” kata Anton, seraya mengucapkan terimakasih kepada dr Horas Rajagukguk Sp.B,FInaCS (dokter pelaksana operasi), pimpinan RS Murni Teguh dr Mutiara, khususnya YSKI yang selalu mau bekerjasama dengan PWI Sumut, khususnya panitia Natal PWI Sumut dalam bidang sosial.
Kemudian dr Mutiara menambahkan, kalau pihaknya selalu terbuka bekerjasama di bidang sosial. Sebab berbuat sosial berkatnya sangat banyak dari Tuhan. “Makanya rumah sakit Murni Teguh selalu terbuka kepada pihak-pihak yang ingin melakukan kerjasama di bidang sosial, termasuk operasi seperti yang kita lakukan hari ini. Kami juga sudah sering melakukan kerjasama di bidang sosial, mulai dengan organisasi keagamaan, ormas, dan intansi pemerintah. Apalagi dengan YSKI paling sering,” katanya.
Sementara dr Horas Rajagukguk Sp.B,FInaCS yang melakukan operasi mengatakan, kalau anak tersebut sudah agak terlambat operasi undescended testis. “Makanya para orangtua dihimbau jika mengetahui anak ada gejala penderita seperti penyakit undescended testis diusia di bawah 1 tahun segera memeriksanya ke dokter. Karena untuk kebaikan pertumbuhan anak tersebut,” katanya.
Dia menjelaskan, buah zakar yang tidak turun disebut undescended testis (UDT), artinya testis tidak turun pada tempatnya (skrotum/ kantung zakar). Testis berada tidak pada tempat yang seharusnya akan mengganggu spermatogenesis (pembentukan sperma) sehingga akan mempengaruhi kesuburan seorang laki-laki. “Jadi anak ini, buah zakarnya hanya satu yang turun. Lalu kita operasi tadi dan kini sudah turun,” katanya.
Dia mengatakan, secara normal testis sudah turun saat anak lahir. Namun bila testis belum turun hanya satu (satu testis sudah turun) ke kantung zakar dan tidak ditemukan kelainan kelamin, dapat ditunggu hingga 6 bulan yang diharapkan akan turun sendiri. “Tetapi bila 1 atau 2 testis belum turun dan atau disertai kelainan kelamin, perlu tindakan segera karena ditakutkan terdapat kelainan alat kelamin. Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan USG/MRI dan pemeriksaan hormon, untuk melihat apakah terdapat organ testis dan apakah terdapat kelainan yang lain dalam rongga perut. Bila usia anak sudah di atas 2 tahun harus segera operasi dan tidak boleh ditunda. Testis terlalu lama di rongga perut (sampai usia di atas 2 tahun) tidak baik, karena dapat rusak dan dalam jangka panjang ditakutkan akan timbul keganasan (kanker testis),” paparnya.
(afr/tribun-medan.com)