Dewi Lestari Bagi Cerita Pakai Philips
Philips Indonesia menyelenggarakan Rangkaian acara Kota Terang Philips LED di Bandung sebagai pembuka di tahun 2014
Laporan Wartawan Tribun Medan / Silfa
TRIBUN-MEDAN.com, BANDUNG - Philips Indonesia menyelenggarakan Rangkaian acara Kota Terang Philips LED di Bandung sebagai pembuka di tahun 2014. Dimulai dengan Talk show Peran Pencahayaan untuk Menciptakan Kota dan Rumah Nyaman Huni di Djoeraoe Masak, Bandung, Sabtu(25/1/2014) dipandu langsung oleh Prensenter kondang, Farhat.
Talk Show yang dihadiri mahasiswa dan pers dari beberapa provinsi ini menghadirkan rekaman Dewi Lestari, penulis dan penyanyi yang menceritakan pengalamannya memakai Philips LED di rumahnya. Maka dari itu, Manager Philips, Susan akan memaparkan kelebihan Philips LED dan Ren Katili, arsitek, menjelaskan peletakan ideal lampu di ruangan.
Kota terang Philips LED memberikan sentuhan pencahayaan di Indonesia mulai dari Keraton di Jogjakarta, patung Gatotkaca di Bali, Jembatan Ampera di Palembang dan kini berada di Bandung untuk menerangi jembatan sate di Jalan Pasopati. Kemudian menyusul Kota Medan yang akan menerangi Bank Indonesia.
Indah Susanti, Product Manager Philips menuturkan Philips LED adalah Inovasi terbaru yang ditawarkan Philips mengingat warga Indonesia sudah sadar terhadap hemat energi khususnya untuk fasilitas umum, lampu menjadi patokan, dan identitas kota yang membantu warga untuk mencari orientasi visual yang dibutuhkan khususnya di malam hari.
Riset Philips menunjukkan bahwa konsumsi listrik yang digunakan untuk pencahayaan mencapai 19 persen setiap tahunnya, dan menyebabkan 1,9 milyar ton emisi CO2 di seluruh dunia.
Meningkatnya kebutuhan pencahayaan untuk mendukung berbagai kegiatan penghuni sebuah kota tentunya berakibat signifikan pada peningkatan konsumsi energi.
"Solusi pencahayaan yang ditawarkan Philips melalui transformasi kepada pencahayaan berbasis LED untuk berbagai sektor termasuk rumah tangga, akan menghemat energi dalam jumlah yang signifikan, yang tentunya akan menurunkan biaya listrik," kata Susan kepada www.tribun-medan.com, Sabtu.
Dewi Lestari dalam rekamannya mengaku dirinya paling banyak mengkonsumsi listrik untuk pencahayaan. Ia mengaku, untuk mengantisipasi lonjakan tarif listrik yang melonjak, dirinya memili Plipips LED.
Ren Katili, Arsitek menambahkan pencahaaan yang terang sekali dapat merusak mata, sehingga prinsip lampu ada 3, yaitu sebagai penerangan,dan tidak di satu titik, kemudian pemilihan efek penerangan tergantung kebutuhan.
"Teknologi LED merupakan solusi untuk pencahaan dan efek warna yang beragam khususnya untuk lampu rumah dan fasilitas umum. Pencahayaan juga merupakan faktor pendukung untuk meningkatkan rasa aman karena mengurangi kemungkinan kejahatan,” katanya.
(Sil/tribun-medan.com)