Kontras Sumut : Konflik Agraria Sumut di Mulai Sejak 1953
Koordinator KontraS Sumatera Utara (Sumut) Herdensi Adnin mengatakan konflik agraria di Sumatera Utara
Laporan Wartawan Tribun Medan / Jefri Susetio
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Koordinator KontraS Sumatera Utara (Sumut) Herdensi Adnin mengatakan konflik agraria di Sumatera Utara pada prinsipnya adalah persoalan klasik, persoalan ini sudah muncul pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia yang ditandai dengan terjadi peristiwa berdarah atau dikenal dengan peristiwa Tanjung Morawa pada tanggal 16 Maret 1953.
"Pada saat itu petani penggarap berusaha mempertahankan lahan garapan mereka dari pengambilalihan secara paksa oleh aparat kepolisian, peristiwa ini menyebabkan lima orang petani meninggal dunia dan puluhaan lainnya mengalami luka-luka, peristiwa berdarah yang disorot tajam oleh press dan Parlemen ini, memaksa Wilopo mengembalikan mandatnya sebagai Perdana Menteri kepada presiden Soekarno pada tanggal 2 Juni 1953," katanya pada konferensi pers di KontraS Sumut, Jalan Brigjen Katamso, Selasa (25/2/2014)
Ia menjelaskan konflik terus berlanjut sampai sekarang, tanpa ada mekanisme penyelesaian yang memberikan rasa keadilan kepada semua pihak terutama petani. Menurut cacatan yang dikeluarkan oleh badan Pertanahan Nasional Kanwil Sumatera Utara Eskalasi konflik agraria di Sumatera Utara terus mengalami peningkatan dari tahun-ketahun.
(cr6/tribun-medan.com)