SMA Negeri 17 Medan Bentuk Kelompok Penghijauan
Sebagai bentuk implementasi sekolah berbasis lingkungan hidup, SMA Negeri 17 Medan membentuk
Laporan wartawan Tribun Medan/Wiwi Deriana
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Sebagai bentuk implementasi sekolah berbasis lingkungan hidup, SMA Negeri 17 Medan membentuk Pencinta Lingkungan Sekolah (Penlis). Kepengurusan Penlis ini terdiri atas guru dan siswa. Jadi mereka dibagi menjadi beberapa kelompok. Ada kelompok untuk memantau bunga, kelompok kebersihan dan ada kelompok pengomposan.
"Kelompok pengomposan ini bertugas memilah sampah organik dan anorganik yang nantinya digunakan sebagai pupuk tumbuhan disini," ucap Kepala Sekolah SMA Negeri 17 Medan, Soagahon Simanungkalit.
Sebagai pendukung prestasi, sekolah membentuk kelompok olimpiade sains. Di kelompok ini, para juara diseleksi dan dikumpulkan. Nantinya mereka sebagai utusan sekolah dalam mengikuti perlombaan.
"Kita juga menyediakan ekskul-ekskul lainnya. kebanyakan memang dalam olahraga. Ada empat belas ekskul yang aktif disini. ekskul tersebut antara lain penlis, kelompok olimpiade sains, futsal, basket, paskib, bola voli, pramuka, teater, Paduan suara, seni musik, karate, adiwiyata,UKS, KPKS (kelompok pencegah korupsi siswa),dan english club," ujarnya.
Dari ekskul ini, beberapa prestasi yang pernah mereka raih adalah juara 3 paduan suara tingkat SMA sekota Medan,juara 3 HiLo green dan juara 3 teater di UMA tahun 2013.
(der/tribun-medan.com)