breaking news
BREAKING NEWS: Kredit Sepedamotor Bagai Pisau Dibelah Dua
Financial Planner asal Medan, Mariana, tak menampik alasan promosi dan kepentingan bisnis mencari untung menjadi jargon
Laporan Wartawan Tribun Medan / Eris Estrada Sembiring
TRIBUN-MEDAN.com-Financial Planner asal Medan, Mariana, tak menampik alasan promosi dan kepentingan bisnis mencari untung menjadi jargon para leasing untuk “mengakali” calon pembelinya. Ini, katanya, tak hanya soal semakin agresifnya multifinance tetapi juga munculnya potensi merugikan nasabah. Apalagi pembelian sepeda motor lebih banyak dilakukan untuk konsumsi bukan produksi. Digunakan tapi tak menghasilkan sesuatu.
“Diskon dan cashback harus dicermati. Saya perhatikan jarang calon pembeli memperhatikan dan menghitung berapa sebenarnya besaran kredit yang harus dibayar hingga cicilan selesai. Yang mereka lihat kan biasanya cuma berapa cicilan perbulan, terjangkau atau tidak. Berapa DPnya, terjangkau atau tidak. Itu saja,” katanya.
Ia mengakui kredit sepedamotor bagaikan pisau dibelah dua. Di satu sisi, bagi mereka yang menggunakannya, cicilan motor terasa meringankan dibandingkan membeli tunai. Sementara, bagi mereka yang mampu, pilihan kredit diambil dengan alasan sisa uang bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Tapi bagi yang keuangannya pas-pasan, siap-siap terjerat dengan tuntutan pembayaran tiap bulan.
(ers/tribun-medan.com)
Ikuti perkembangannya di tribun-medan.com sesaat lagi.