Kredit Menurun, Fungsi Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Naiknya suku bunga kredit memicu tren penurunan penyaluran kredit perbankan di Sumatera Utara pada
Laporan Wartawan Tribun Medan/Averiana Barus
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Naiknya suku bunga kredit memicu tren penurunan penyaluran kredit perbankan di Sumatera Utara pada bulan Februari. Penurunan tersebut menunjukkan angka 0,42 persen dibanding angka bulan Januari 2014 atau tinggal Rp 152,15 triliun, Rabu (16/4/2014).
Namun, menurut Difi A Johansyah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah IX Sumut-Aceh, seiring dengan upaya stabilisasi perekonomian di tengah juga ada kenaikan suku bunga kredit, penyaluran kredit akhirnya memang tren menurun.
"Walau begitu, fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan dengan baik. Berjalan baiknya fungsi intermediasi itu ditandai dengan tetap terjadinya pertumbuhan kredit secara year on year (yoy) sebesar 14,84 persen," ujarnya.
Pertumbuhan tahunan kredit perbankan konvensional dan syariah tercatat masing-masing 15,68 persen dan 0,54 persen.
Penyaluran kredit terbesar dikatakan Difi masih dari sektor perbankan konvensional yang mencapai 95,12 persen. Sementara itu, Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan Sumut juga cukup bagus atau sebesar 97,08 persen.
"Bisnis perbankan juga masih sangat sehat yang ditandai dengan kualitas kredit perbankan yang masih terjaga dengan baik dimana rasio gross/non performing loans (NPLs) hanya sebesar 2,45 persen," ujarnya.
(Abe/tribun-medan.com)