Ujian Nasional
Agar Lulus 100 Persen, SD Ini Buka Les Malam
Berbagai upaya dilakukan oleh pihak sekolah agar para siswanya lulus.
TRIBUN-MEDAN.com, UNGARAN– Ujian Nasional Sekolah Dasar 2014 berlangsung hingga Rabu (21/5/2014) ini. Berbagai upaya dilakukan oleh pihak sekolah agar para siswanya lulus. Salah satunya dengan menggelar try out, menambah jam belajar atau les.
Di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) bahkan mengadakan jam pelajaran tambahan atau les kepada siswanya hingga malam hari.
Pantauan di MI Kalirejo, Kelurahan Kalirejo, Ungaran Timur, Selasa (20/5/2014) malam, puluhan siswa peserta UN masih berada di kelas untuk mendapatkan materi tambahan mata pelajaran yang akan diujikan pada keesokan harinya.
"Malam ini kita belajar IPA, karena besok materi yang dujikan adalah IPA," kata Muhajirin, guru pengampu mata pelajaran IPA, ditemui usai memberikan pelajaran.
Dengan adanya jam pelajaran ekstra atau les malam hari, diharapkan para siswa bisa lebih mengingat materi yang akan diujikan tanpa harus terganggu dengan aktivitas lain.
"Kalau di sini kita bisa memastikan anak-anak benar-benar belajar. Kalau di rumah mungkin bisa terganggu dengan tivi atau PS," imbuhnya.
Sementara itu wali kelas IV MI Kalirejo, Maslamah mengungkapkan, les malam merupakan tradisi yang dijalankan oleh sekolahnya sejak lama dan terbukti selalu membawa sekolah ini mendapatkan kelulusan 100 persen.
Les malam ini berlangsung sejak hari Minggu (18/5/2014) atau sehari sebelum dimulainya UN Senin lalu. Para siswa berada di sekolah sejak pukul 16.00 wib dengan jam istirahat pada waktu shalat maghrib.
"Selesai kira-kira jam delapan malam. Orangtua sangat mendukung, apalagi mereka rumahnya dekat-dekat sini saja. Malahan mereka mintanya menginap, tapi kita menolak karena fasilitasnya tidak ada," kata Maslamah.
Dijelaskan Maslamah, selain les malam, pihaknya jauh hari sebenarnya sudah memberikan penambahan materi di luar jam sekolah. Hal ini dilakukan karena mata pelajaran yang diujikan bagi siswa MI lebih banyak ketimbang siswa SD.
"Selain Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA, anak-anak masih harus ujian materi agama seperti Al Qur'an- Hadits, Aqidah-Akhlaq, Bahasa Arab dan sejarah kebudayan Islam. Sehingga kami memprogram jam tambahan ini sejak September lalu," imbuhnya.
Senin lalu, Bupati Semarang Mundjirin bersama rombongan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sempat datang ke sekolah ini untuk memantau pelaksanan UN.