Bupati Labusel Dukung Provinsi Sumatera Pantai Timur
Pemekaran ini harus berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Kami mengajak seluruh kabupaten/kota bersama DPRD bisa sama-sama berfikir untuk kemajuan.
Laporan Wartawan Tribun Medan/Feriansyah Nasution
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bupati Labuhanbatu Selatan, H Wildan Aswan Tanjung, bersama seluruh perangkat masyarakat desa mendukung rencana pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur. Pembentukan provinsi ini akan meliputi enam kabupaten/kota di pesisir pantai timur Sumatera Utara, yakni Batubara, Asahan, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu Selatan.
Ketua Komite pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur, Muslim Simbolon berterimakasih atas dukungan nyata oleh Bupati dan masyarakat Labusel.
Muslim menegaskan, tujuan komite bekerja menggerakan semangat pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur, adalah agar pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di enam kabupaten/kota yang bergabung semakin lebih baik.
"Pemekaran ini harus berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Kami mengajak seluruh kabupaten/kota bersama DPRD bisa sama-sama berfikir untuk kemajuan daerah ini. Soal dimana nanti ibukota provinsi ini sudah disepakati oleh komite dan seluruh bupati, hal itu akan diserahkan kepada keputusan kajian akademis," ujar Muslim, yang juga masih duduk sebagai anggota DPRD Sumut kepada www.tribun-medan.com via sambungan telepon, Jumat (13/6/2014) malam.
Bahkan, lanjut Muslim, demi meyakinkan komite bahwa roda perekonomian dan pembangunan di Labusel bergerak maju, Bupati Labusel mengajak mereka berkeliling. Muslim yang terpilih kembali sebagai anggota legislatif Sumut 2014-2019 ini menuturkan, secara resmi Bupati Labusel Wildan Aswan Tanjung telah menyerahkan berkas dan dokumen dukungan kepada Komite pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur, Kamis (12/6/2014) kemarin, di Convention Hall Sudimampir, Kabupaten Labusel.
Pertemuan itu juga dihadiri Sekda Labusel, seluruh camat dan kepala desa, Ketua DPRD Labusel, pimpinan Ormas/OKP, FKUB, MUI dan tokoh masyarakat dan tokoh adat Labusel. Dari fungsionaris komite, hadir diantaranya Wakil Ketua Aripay Tambunan, Daudsyah, Usman Nasution, Darul Hutagaol, Sekretaris Tappil Rambe dan Bendahara Baharuddin Siagian.
Wildan, mendukung pemekaran provinsi baru di Sumut ini, lantaran ia bersama masyarakat Labusel sudah merasakan arti dari sebuah pemekaran.
"Dengan pemekaran tingkat pelayanan masyarakat, baik infrastruktur, kesehatan, pendidikan maupun birokrasi akan semakin maju pesat," ujarnya.
Di pertemuan kemarin, juga diekspose tentang kajian akademik pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur oleh Muhammad Yusuf Harahap. Dalam paparannya disebut, Labusel akan menjadi daerah yang cukup strategis dalam pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur. Posisi Labusel kedepan akan diapit segitiga emas, dikarenakan berbatasan langsung dengan Provinsi Riau, kemudian diapit oleh Provinsi Sumatera Tenggara dan Provinsi Tapanuli.
Yusuf menyampaikan, sesuai kajian akademis, dari 11 faktor dan 35 indikator sebagaimana dipersyaratkan PP No 78/2007, Provinsi Sumatera Pantai Timur, yang terdiri dari Batubara, Asahan, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Labura dan Labusel cukup layak mekar, karena mendapat skor 452 poin.
"Berdasarkan kajian pemekaran ini, porcesting pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Pantai Timur pada 2014-2025 berada pada posisi 7,87 persen. Artinya pertumbuhan ekonominya diatas pertumbuhan ekonomi nasional, bahkan diatas pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumut sendiri," paparnya. (fer/tribun-medan.com).