Permata Bank dan Piala Dunia Mempererat Kebersamaan Keluarga Indonesia

Sepak bola bukanlah olahraga yang muluk-muluk. Maksudnya, sepak bola adalah olahraga dengan bahasa universal

 - Komitmen Permata Bank  Sebagai Bank untuk Anda dan Keluarga

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sepak bola bukanlah olahraga yang muluk-muluk. Maksudnya, sepak bola adalah olahraga dengan bahasa universal. Siapa yang berhasil membobol gawang lawan paling banyak, dia pemenangnya. Namun esensi terpentingnya adalah tim mana yang mampu menunjukkan semangat, kekuatan yang melebur dalam sebuah irama kekompakan permainan, tim itulah yang berhasil menaklukan pertandingan. Sebuah olahraga yang menunjukkan kemampuan individu yang hebat sekalipun, jika tak punya "chemistry" dengan tim, tetap saja nihil.

Bagi saya, sepak bola tak ayal adalah gambaran sebuah keluarga. Sebuah keluarga yang terdiri anggota tim dengan segala karakteristiknya, keunikan dan kelebihannya, menyatu dan berjalan bersama demi cita-cita dan gol (tujuan) bersama.  Permata Bank, peka membaca kesamaan ini. Tak sampai di situ saja, sebagai bentuk komitmennya memposisikan diri sebagai Bank untuk Anda dan Keluarga, Bank Permata membentuk jalinan kerja sama yang baru dengan Visa.

Menjadikan PermataBank menjadi satu-satunya bank Indonesia yang mendapatkan lisensi penuh sebagai Mitra Bank Resmi di Indonesia dalam naungan kerja sama dengan Visa untuk menjalankan pemasaran dan promosi sehubungan dengan 2014 FIFA World Cup Brazil.

Keluarga itu, sebagai gambaran keluarga inti, ayah, ibu dan anak-anak menyelaraskan langkah mereka dalam sebuah bingkai kebahagiaan. Maka, ada sebuah perasaan istimewa yang saya rasakan ketika nonton bareng Piala Dunia 2014 bersama keluarga dibandingkan dengan bersama teman atau rekan lainnya. Kami berlima, saya beserta ayah, ibu dan kedua adik saya, kami menyempatkan menonton tim kesayangan kami bermain atau bertanding satu sama lain.  Kami bukanlah keluarga yang paham benar dengan sepak bola atau peta strategi masing-masing tim di Piala Dunia 2014 kali ini. Kami menonton bola, murni untuk senang-senang.

Ayah yang selalu bangga dengan kekuatan tim Jerman, ibu yang akhirnya harus merelakan tim Inggris pulang, adik perempuan kedua saya yang memilih Spanyol juga harus melihat tim kesayangannya angkat koper. Adik ketiga saya yang menunjuk tim Korea Selatan dengan alasan sesama "saudra" Asia, dan saya dengan pilihan yang tak biasa, Ghana. Ghana, karena menurut saya tim Afrika biasanya selalu menunjukkan performa fisik yang luar biasa dan kemampuan gocek bola yang lumayan.

Menonton sepak bola bersama keluarga seolah mengasah bahkan menguji bagaimana ketahanan demokratis dan toleransi sebuah keluarga. Menyemangati tim sendiri, menyorak-nyoraki tim kesayangan, menertawakan atau bahkan "mengejek" tim lain namun bukan merendahkan. Bagaimana ego masing-masing demi membela timnya tetapi tidak serta merta menjatuhkan anggota keluarga lain yang membanggakan tim lain.

Adik saya yang kedua, sebenarnya berada di luar kota. Dia bekerja di Batam, tapi setiap ada pertandingan atau weekend, dia atau kami bertelepon, menyemangati, atau mau "menyindir" tim adik saya atau ibu saya. Meski jauh, Piala Dunia 2014 menjadi alasan untuk kami semakin lebih dekat, membuat komunikasi tidak sekadar basa-basi.

Saya kemudian teringat, bahwa kami berlima mirip seperti kesatuan Permata Bank, terdiri dari lima orang yang merupakan gambaran dari merger lima bank yang membentuk PermataBank awalnya,  yaitu PT Bank Bali Tbk, PT Bank Universal Tbk, PT Bank Artamedia, PT Bank Patriot dan PT Bank Prima Ekspress. Kami, sekeluarga, adalah sinergitas Bank Permata ayng memiliki gol untuk menjadi penyedia jasa keuangan terkemuka di Indonesia, dengan fokus di segmen konsumer dan komersial.

Kami , dalam gambaran sebuah keluarga, dengan segala karakteristik, kelebihan dan keunikannya masing-masing , namun bukan berarti kami bertolak belakang. Justru kami melengkapi. Senada dengan Permata Bank, dengan  segala jenis layanan simpanannya yang beragam jenis dan fasilitas yang memudahkan para nasabah mulai dari PermataTabungan BEBAS, PermataTabungan OPTIMA, PermataMe!, PermataBintang, PermataProteksi MASA DEPAN, PermataPayroll Astra, TabunganKu, PermataTabungan SUB ACCOUNT, PermataDollar, PermataValas DINAMIS , hingga PermataDeposito.

Meski tak semua anggota keluarga berada di satu tempat yang sama, tetapi bukan berarti kami jauh. Meski tak bertatap muka, komunikasi justru semakin mempererat tali persaudaraan.  Segambar dengan layanan mobile dan internet banking ala Bank Permata, begitu pula dengan Permata e-Form yang tak memaksakan nasabah harus bertatap muka dengan, Permata e-Form memberikan kemudahan pembukaan rekening dan registrasi layanan perbankan yang menjadi kebutuhan nasabah.Senada pula dengan keberadaan Permata Tel yang memudahkan komunikasi nasabah dengan bank.

Pada akhirnya, kehadiran Piala Dunia 2014 mempererat kebersamaan keluarga. Piala Dunia 2014 menjadikan sebuah rumah keluarga menjadi lebih riuh, semangat  dan lebih hangat.  Sama seperti  kehadiran Bank Pemata di tengah masyarakat Indonesia,. Dengan segala komitmennya yang diwujudkan dalam  layanan dan produknya, Bank Permata menjadi jembatan sebuah keluarga mengelola keuangannya demi tujuan kesejahteraan.

(tribun-medan.com/mom)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved