Pemilu 2014

Dituding Curang, KPU Sebut Sudah Transparan

Dituding curang secara masif dan sistematis, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan sudah melakukan proses dan tahapan Pemilu Presiden (Pilpres)

Dituding Curang, KPU Sebut Sudah Transparan
KOMPAS.com/DANI PRABOWO
Calon presiden Prabowo Subianto (kiri) berorasi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jumat (25/7/2014) malam. Kedatangan Prabowo bersama calon wakil presien Hatta Rajasa untuk menyampaikan gugatan perkara pemilu ke MK. 

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Menanggapi tudingan calon presiden Prabowo Subianto bahwa KPU melakukan kecurangan secara masif dan sistematis, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan sudah melakukan proses dan tahapan Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 dengan transparan.

"Proses yang sudah dilakukan KPU sangat transparan. Semua orang, semua pihak, terutama pasangan calon sudah mengetahui apa yang dilakukan KPU," ujar Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah di Jakarta, Sabtu (26/7/2014).

Dia mengatakan, saat ini kubu Prabowo-Hatta telah menyampaikan hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK). Untuk itu, kata Ferry, KPU mengapresiasi langkah yang ditempuh Prabowo-Hatta.

"Karena sudah proses di MK, kami apresiasi langkah itu untuk kita lihat pembuktiannya," kata Ferry.

Sebelumnya, Prabowo mengatakan, penyelenggaraan Pilpres 2014 telah gagal. Ia menilai, KPU, sebagai penyelenggara pemilu telah melakukan kecurangan secara masif dan sistematis.

"Kalau hakim bisa dibeli, pejabat KPU bisa dibeli, pejabat KPUD bisa dibeli. Kalau ini semua terjadi, apa masa depan bangsa kita? Di mana bangsa kita bisa bertahan? Sungguh-sungguh, negara kita menuju kegagalan," kata Prabowo dalam penggalan video yang diunggahnya.

Tim Prabowo-Hatta mendaftarkan gugatan pemilihan umum presiden ke Jumat (25/07/2014) malam. Gugatan dimasukkan sekitar setengah jam sebelum tenggat berakhir pada Jumat malam.

Tim kuasa hukum Prabowo-Hatta Mahendradatta menyebutkan, terjadi kecurangan di 52.000 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Indonesia yang melibatkan 21 juta suara.

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved