Pemilu 2014

MK Terima 66 Bukti Gugatan Prabowo-Hatta

Mahkamah Konstitusi (MK) telah melakukan verifikasi awal atas permohonan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden

MK Terima 66 Bukti Gugatan Prabowo-Hatta
KOMPAS.com/DANI PRABOWO
Calon presiden Prabowo Subianto (kiri) berorasi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jumat (25/7/2014) malam. Kedatangan Prabowo bersama calon wakil presien Hatta Rajasa untuk menyampaikan gugatan perkara pemilu ke MK. 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) telah melakukan verifikasi awal atas permohonan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden yang diajukan tim calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Ada 66 bukti yang sudah diterima MK untuk menguatkan permohonan Prabowo-Hatta. "Kemarin (Jumat, 25 Juli 2014) saat menyampaikan permohonan, mereka (tim Prabowo-Hatta membawa 66 bukti. P1 sampai P66," ujar petugas penerima permohonan MK yang tidak mau disebutkan namanya di Gedung MK, Jakarta Pusat, Sabtu (26/7/2014).

Ia mengakatan, 66 bukti itu dijilid dalam tiga bundel berkas. Dia menuturkan, sebagai pemohon, kubu Prabowo-Hatta masih diberi kesempatan mengajukan alat bukti untuk memuluskan permohonannya.

Pengajuan itu, katanya, ditunggu hingga 24 jam setelah permohonan diajukan, yaitu Sabtu malam ini hingga sekitar pukul 19.30 WIB.

Menurutnya MK telah melakukan verifikasi awal. Tujuannya, ujar dia, untuk menilai apakah permohonan dapat dilanjutkan ke persidangan atau tidak.

"Hasilnya ya dapat dilanjutkan ke persidangan. Kalau keabsahan dokumen dan permohonan nanti di persidangan oleh hakim konstitusi," kata petuga itu.

Tim Prabowo-Hatta mendaftarkan gugatan pemilihan umum presiden ke MK, Jumat (25/07/2014) malam. Gugatan dimasukkan sekitar setengah jam sebelum tenggat berakhir pada Jumat malam.

Tim kuasa hukum Prabowo-Hatta, Mahendradatta, menyebutkan terjadi kecurangandi 52.000 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Indonesia yang melibatkan 21 juta suara.

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved