Taman Bunga Siantar Dipadati Pengunjung dan Pedagang Musiman
Taman Bunga Pematangsiantar tampak dipadati pengunjung, Kamis (31/7/2014). Kebanyakan dari pengunjung merupakan warga luar Kota
Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Taman Bunga Pematangsiantar tampak dipadati pengunjung, Kamis (31/7/2014). Kebanyakan dari pengunjung merupakan warga luar Kota Pematangsiantar yang sengaja berkunjung ke Kota Siantar untuk mengisi waktu libur Lebaran.
Eni, salah seorang pengunjung, bersama keluarganya mengaku baru berkeliling Kota Siantar, mengunjungi beberapa tempat-tempat wisata, termasuk Taman Hewan Pematangsiantar. "Baru dari kebun binatang tadi," ujarnya.
Dari pantauan Tribun, para pengunjung tampak masing-masing bergerombol dengan anggota keluarga ataupun kerabatnya. Mereka ada yang membentang tikar di atas rumput, makan-makan, ada yang duduk di kursi plastik, dan sebagian lagi berfoto-foto dan melihat apa yang ada di sekitaran taman tersebut, seperti monumen pahlawan dan batu pijat refeksi.
Selain oleh pengunjung, keramaian taman juga disebabkan oleh menjamurnya pedagang sementara di sekitar halaman taman. Mereka kebanyakan berjualan mainan anak-anak, seperti pistol mainan dan balon.
Serli, salah seorang pedagang, mengaku selama beberapa hari terakhir, dagangannya laris manis. "Cuma ya ginilah. Karena banyak kali yang jualan di sini, ya jadi rezeki itu terbagi-bagilah. Gak ke kita semua," katanya.
Serli mengaku tak terganggu dengan keberadaan para pedagang sementara tersebut. "Biarlah. Sama-sama nyari rezekinya kita kan," katanya.
Sugianto, salah seorang pedagang sementara yang berjualan mainan anak-anak mengatakan, ia terbiasa berjualan secara nomaden.
"Ya, kadang di GOR, kadang di Adam Malik. Mana yang kira-kira rame, ke situlah kita," katanya.
Adapun taman bunga merupakan tempat alternatif bersantai bagi Anda yang berkunjung ke Kota Siantar. Di taman ini, Anda bisa bersantai sambil menikmati hidangan yang bisa dipesan dari pedagang makanan yang berjualan di sekitar lokasi. Tak perlu membayar untuk masuk ke taman ini.
(cr1/tribun-medan.com)