Ryan 'Suntik Mati' Ternyata Lulus S2 UI dengan IPK 3,37

Ignatius Ryan Tumiwa (48) saat lulus dari pasca sarjana Universitas Indonesia (UI) memiliki nilai indeks prestasi komulatif (IPK) 3,37

Ryan 'Suntik Mati' Ternyata Lulus S2 UI dengan IPK 3,37
KOMPAS.com/Abba Gabrillin
Ignatius Ryan Tumiwa (48), seorang penderita depresi, saat menunjukan photo copy ijasah kelulusan dari Pascasarjana UI tahun 1998, Senin (4/8/2014). 

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Ignatius Ryan Tumiwa (48) saat lulus dari pasca sarjana Universitas Indonesia (UI) memiliki nilai indeks prestasi komulatif (IPK) 3,37. Hal itu dibuktikannya dengan menunjukkan foto copy ijazah serta fotocopy nilainya saat kuliah di UI.

Dalam ijazahnya itu, pria yang mengenakan baju coklat akibat debu yang menempel karena jarang dicuci tersebut, lulus pasca sarjana pada 11 Agustus 1988. Dirinya memiliki nomor mahasiswa 3995242456.

Nilai mata kuliah yang dimilikinya selama berkuliah S2 tersebut rata-rata bernilai A. Nilai B hanya beberapa saja, paling kecil B-. Menurut Ryan, ia saat itu berkuliah S2 sambil bekerja di salah satu perusahaan sebagai seorang auditor.

"Saya bekerja sambil kuliah S2. Tapi lumayan nilainya cukup baik," kata anak bungsu dari 4 bersaudara itu, kepada Warta Kota, Senin (4/8/2014).

Tidak heran jika dirinya saat berbincang dengan Warta Kota tahu segala hal terkait isu terkini. Ia mengaku, jika pulsa miliknya habis, dirinya mengisi pulsa sebesar Rp25 ribu.

"Saya isi pulsa, uangnya saya dapat jatah dari pemberian kakak saya yang menjatah Rp500 ribu setiap minggunya. Uang itu juga buat beli biskuit sama roti," ujarnya.

Saat ditanyai terkait ke mana ijazah asli miliknya, ia mengatakan tak punya uang untuk mengambilnya kembali setelah ditaruh di deposit box sebuah bank. "Waktu itu saya taruh di deposit box, supaya aman kalau sewaktu-waktu ada kebakaran," ucapnya.

Lanjut Ryan, dirinya juga masih mempunyai beberapa uang hasil tabungannya selama ia bekerja sejak 1998. "Masih ada tabungan saya biarpun sedikit, bisa buat beli biskuit," pungkasnya.

Pria pendiam ini belum lama ini dikenal masyarakat karena menggugat ke Mahkamah Konstitusi agar lembaga peradilan Undang-Undang tersebut mengabulkan tuntutannya yaitu memperbolehkan suntik mati

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved