Breaking News:

Agung Laksono "Gerilya" Kejar Posisi Ical

Agung Laksono bahkan telah menunjuk politisi senior Golkar Fahmi Idris sebagai ketua tim sukses pemenangan, merebut jabatan pucuk pimpinan partai

(TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (dua kanan) berbincang dengan sesepuh partai Ginandjar Kartasasmita (dua kiri), Akbar Tandjung (kanan), dan Agung Laksono (kiri) sebelum membuka acara Rapat Pimpinan Nasional di Jakarta Convention Center, Minggu (18/5/2014). Rapimnas Partai Golkar tersebut nantinya akan menentukan arah koalisi partai dan langkah Golkar jelang Pemilu Presiden Juli mendatang. 

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Wacana Musyawarah Nasional (Munas) Golkar terus bergulir. Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono, bahkan telah menunjuk politisi senior Golkar Fahmi Idris sebagai ketua tim sukses pemenangan, merebut jabatan pucuk pimpinan partai dari tangan Aburizal Bakrie.

Fahmi Idris, mantan Menteri Perindustrian mengakui menjadi ketua tim sukses Agung Laksono. "Iya saya menerima. Ada beberapa pertimbangan saya setuju dengan Pak Agung," kata Fahmi kepada TRIBUNnews.com, Kamis (7/8/2014).

Fahmi mengatakan ia sejalan dengan ide Agung Laksono yakni membuka ruang cukup besar bagi generasi muda Partai Golkar. "Ya 70 sampai 80 persen untuk anak muda yang berbakat sebagai pemimpin," kata Fahmi.

Ide lainnya adalah keinginan Agung Laksono melakukan revitalisasi kaderisasi. Sebab hampir seluruh partai politik terlihat gagal dalam proses kaderisasi.

"Pengurus akan melakukan revitalisasi proses kaderisasi seperti saat Ketua Umum Sudharmono," ujarnya.

Fahmi Idris yakin Musyawarah Nasional (Munas) Golkar akan digelar pada 2014, meski DPP Golkar masih tetap pada keputusan Munas digelar pada April 2015.

Munas digelar untuk mengganti ketua umum Aburizal Bakrie. Fahmi yakin peta politik akan berubah seiring dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap gugatan Prabowo-Hatta pada 21 Agustus 2014.

"Akan ada perkembangan politik baru serta Golkar," kata Fahmi.

Fahmi mengatakan putusan MK akan mengubah peta dan dinamika politik yang sedang berjalan. "Situasi hari ini dinamis, berubah, bergerak. Namanya dinamika terus terjadi," ujarnya.

Ketua Presidium Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Lawrence Siburian sama yakinnya dengan Fahmi. Ia mengatakan Munas Golkar akan digelar tahun ini bila MK memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Tergantung MK nanti, kalau menangkan Jokowi, yakinlah Munas terselenggara," kata Lawrence.

Alasan Lawrence, kader Golkar di daerah akan mendukung pemerintah berkuasa, bukan menjadi oposisi. Apalagi kader Golkar banyak yang duduk sebagai kepala daerah seperti gubernur, wali kota dan bupati.

Ia mengatakan akan merangkul semua organisasi pendiri Golkar seperti Kosgoro 1957, dan MKGR untuk merumuskan Munas Golkar.

"Semua akan kami ajak sama-sama untuk bangun Golkar," tuturnya.

Lawrence mengatakan pihaknya juga akan menggelar pertemuan dengan ormas pendiri Golkar untuk mendengarkan aspirasi di daerah.

"Itu pertemuan rekomendasi terkait munas. Kita akan lakukan sebelum tanggal 21 Agustus 2014, putusan MK, karena kita yakin yang menang Pak Jokowi di MK," imbuhnya.
Lawrence bahkan menjadwalkan pertemuan pendiri Golkar di Jakarta, lusa, Minggu (10/8). "Kami minta sebelum 4 Oktober, DPP Golkar menggelar Munas," kata Lawrence.

 Lawrence menjelaskan gelaran Munas sesuai dengan AD/ART dengan siklus lima tahun. Dimana Munas sebelumnya di Riau digelar pada tahun 2009. Sementara rekomendasi Munas Riau agar munas selanjutnya digelar pada 2015 kedudukan dibawah AD/ART partai.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved