breaking news
Kronologis Perampokan yang Dialami Wartawan
Saat itu aku sedang melintas di Jalan Cempaka dengan kecepatan sedang dan menggunakan sepeda motor Ninja Warrior.
Laporan Wartawan Tribun Medan / Array
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Saat itu aku sedang melintas di Jalan Cempaka dengan kecepatan sedang dan menggunakan sepeda motor Ninja Warrior. Saat melintas di jalan tersebut, sepeda motor V-ixion yang ditumpangi dua orang langsung memepet aku.
Cekcok mulutpun sempat terjadi. Saat kami cekcok, salah satu pelaku langsung mematikan sepeda motor Ninja Warriorku dan mencabut kuncinya. Akupun terhenti dan terjadi cekcok mulut yang lebih parah dari sebelumnya. Sudah saling bersitegang antara aku dan kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor Yamaha V-ixion tadi.
Tidak begitu lama setelah kami cekcok, ada dua sepeda motor lagi yang merapat ketempat aku. Dan itu teman dari 2 orang pelaku. Sepeda motor yang datang belakangan Yamaha Scorpio dan Yamaha Mio. Empat orang mereka dengan mengendarai dua sepeda motor.
Akupun sempat bergumul dengan para pelaku. Namun satu teman mereka yang datang belakangan langsung menembak aku dengan Air Softgun. Pascaditembak, aku tetap melawan mereka. Namun karena 6 lawan 1, akupun tumbang. Tapi sebelum mereka pergi membawa kabur sepeda motorku, aku berhasil mengambil sepeda motor Yamaha Mio milik satu pelaku. Saat pengendara Mio mau kabur, aku tarik dia dan terjatuh. Langsung dia lari dan mengejar temannya agar bisa dibonceng. Naik sepeda motor pelaku aku berhasil sampai di rumah. Sesampainya di rumah, aku langsung di bawa keluarga ke RS Sundari yang berada di Jalan TB Simatupang. Setelah mendapat sedikit perawatan dari RS Sundari, aku dilarikan keluarga ke RSU Pirngadi Medan. Namun hanya beberapa menit saja aku disitu dan langsung pihak keluarga melarikanku ke RS Elisabeth yang berada di Jalan H Misbah.
Sampai di sini aku mendapat perawatan dan kondisiku sekarang ya seperti saat ini lah. Lemas dan terbaring di tempat tidur IGD RS Elisabeth. Aku berpesan kepada teman-teman atau siapapun itu yang pastinya warga Kota Medan agar selalu waspada dan jangan pernah mengendarai sepeda motor dengan kecepatan sedang di jalan sunyi dan gelap.
Karena jalan seperti itu, sangat memungkinkan para kawanan rampok sering berada di situ mengincar mangsa mereka. Aku salah satu korban dari mereka. Saya sangat berharap agar para pelaku bisa ditangkap petugas berwajib dan sepeda motor saya kembali ke saya.
(cr5/tribun-medan.com)
Ikuti perkembangan Breaking News Tribun beberapa saat lagi