Terbengkalai 10 Tahun, Terminal Tanjungpinggir Belum Juga Dioperasikan
Terminal Horas yang berada di Tanjungpinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar, hingga kini masih belum juga dioperasikan
Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Terminal Horas yang berada di Tanjungpinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar, hingga kini masih belum juga dioperasikan. Kondisi tersebut pun sangat disesalkan mengingat banyaknya potensi yang bisa didapat jika itu dioperasionalkan.
Ketua Lembaga Macan Habinaron Jansen Napitu mengatakan, terminal yang telah teronggok selama lebih dari sepuluh tahun itu harus dioperasikan agar tidak menjadi bangunan yang mubazir.
"Jadi itu seharusnya dimanfaatkan supaya jangan ada kemacetan di pusat kota. Kedua itu kan mubazir kalau tidak dipergunakan. Sementara sudah berapa uang negara untuk membangun itu kemarin," katanya, Rabu (20/8/2014).
Jansen mengatakan, jika terminal tersebut diaktifkan, maka akan mengurangi kemacetan di pusat kota.
"Kalau itu dipergunakan, angkot-angkot itu kan bisa masuk sana dan menambah penghasilan. Tidak menumpuk di Jalan Sutomo-Merdeka," katanya.
Jansen pun menyarakan, untuk menghidupkan terminal tersebut, aparat harus siaga 24 jam untuk mengamankan keadaan.
"Yang penting juga aparat-aparat itu harus ada yang stay di sana. Untuk berjaga. Di sana kan banyak balap liar, perampokan," katanya.
"Itu aneh, apalagi di sana kantor Dishub. Di situ terminalnya, di situ kantornya. Apa gak melihat mata mereka. Di sana kalau malam ngeri. Gelap, tidak ada pengawasan, penerangan," katanya.
Untuk memantik agar kawasan Tanjungpinggir bisa hidup, Jansen pun menyarankan agar dibangun pasar di sana.
"Itu di sana bisa dibangun pasar, jadi masyarakat belanjanya gak ke Pajak Horas atau Parluasan semua. Kalau sudah ada pasar, otomatis kan ada penumpang di sana. Jadi gak ada lagi alasan sopir-sopir angkot itu gak mau masuk ke sana," katanya.
(cr1/tribun-medan.com)