Breaking News

breaking news

BREAKING NEWS: Sungai Bangkatan Meluap Rutusan Rumah Terendam

Hujan dengan intensitas tinggi yag terjadi belakangan hari ini membuat aliran air Sungai Bangkatan meluap

Laporan wartawan Tribun Medan / M Azhari Tanjung

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI – Hujan dengan intensitas tinggi yag terjadi belakangan hari ini membuat aliran air Sungai Bangkatan meluap. Akibatnya ratusan rumah sepanjang kawasan bantaran sungai tepatnya di Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota dan Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan, terendam air.

Pantauan pada beberapa kawasan pemukiman sepanjang aliran anak Sungai Bingai itu, Kamis (21/8/2014). Ketinggian permukaan air yang merendam perumahan warga diketahui cukup beragam.

Antara semata kaki hingga dada orang dewasa atau berkisar 10 hingga 80 sentimeter. Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa maupun kerugian materi cukup besar dalam bencana tahunan tersbeut.

Namun akibat genangan air yang cukup tinggi itu menyebabkan aktifitas sebagian besar warga terganggu. Bahkan sejumlah tokoh masyarakat mengaku khawatir terhadap kemungkinan banjir yang lebih besar lagi.

Sebab, banjir yang didasari semakin rendahnya aliran sungai sudah menjadi musim. Hampir setiap tahun bencana banjir ini terjadi. Selain itu, kemunculan wabah penyakit pasca banjir juga sangat dikhawatirkan warga yang bermukim disepanjang bantaran sungai.

Irwan (30) salah seorang warga Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, menuturkan, naiknya volume dan permukaan air Sungai Bangkatan dirasakan warga sekira pukul 02.00 wib, atau beberapa jam setelah hujan deras mengguyur Kota Binjai sejak pukul 19.30 wib.

"Tiba-tiba aja airnya naik dan meluap dan langsung banjir," katanya.

Meskipun demikian, ia mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi anggota keluarga maupun kediamannya. Mengingat, langkah antisipasi telah dilakukan sebelumnya.

Apalagi banjir yang melanda tempat tinggalnya itu merupakan bencana rutin dan selalu terjadi saat musim penghujan tiba. "Paling barang-barang yang terendam ari kita naikan. Sejauh ini kami juga tidak perlu mengungsi," jelas dia.  

Sebaliknya Agus (43) warga Gang Balai, Kelurahan Setia mengungkapkan, banjir rutin di tempatnya tinggalnya itu seharusnya menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kota Binjai, agar melakukan pengerukan endapan lumpur dan pembersihan sampah di sepanjang aliran Sungai Bangkatan.

Melalui upaya itu, ia berharap bencana banjir rutin di kawasan pemukiman warga sepanjang bantaran Sungai Bangkatan bisa teratasi dengan baik, atau setidaknya bisa diminimalisir guna mencegah kerugian semakin besar dialami warga.

Menyikapi masalah tahunan yang tak kunjung tuntas diujung masa jabatanya. Walikota Binjai H M Idham SH Msi melalui Kabag Humas Hendrik Tambunan mengakui, upaya untuk melakukan pencegahan bajir sudah dilakukan sedini mungkin oleh pemerintah.

"Untuk mengantisipasi banjir sudah kita lakukan upaya sejak jauh hari, seperti melakukan penanaman pohon disepanjang bantaran sungai berharap dapat menyerap air," kata Hendrik Tambunan.

Selain itui, untuk mencegah adanya korban jiwa dan penyakit pasca banji dan ketika banjir berlangsung. Pihak pemerintah Kota Binjai telah menyiagakan personil Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) ditempat-tempat yang dinilai rawan.

"Kalau untuk mencegah penyakin menyerang masyarakat pasca banjir. Kita juga telah menyiapkan puskesmas-puskesmas guna menolong warga yang terkena penyakit kulit dan lainya," tegas Hendrik.

(ari/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved