Ingin Merantau ke Jakarta Didit Bobol Kotak Infaq di Masjid
Perbuatan Didit Setyawan (25) warga Kemranggon, Susukan, Banjarnegaraini memang tidak patut ditiru.Ia harus berurusan
TRIBUN-MEDAN.com, YOGYA - Perbuatan Didit Setyawan (25) warga Kemranggon, Susukan, Banjarnegaraini memang tidak patut ditiru.Ia harus berurusan dengan pihak yang berwajib setelah membobol kotak infaq di Masjid At Tauhid, Demangan, Gondokusuman.
Rencananya, uang infaq itu akan digunakan untuk merantau ke Jakarta.
"Saya tidak punya uang buat ke Jakarta. Rencananya mau merantau," ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai burih harian lepas itu kepada penyidik, Rabu (20/8/2014).
Dari informasi Tribun Jogja, aksi pencurian itu dilakukan pada Senin (18/8) malam sekitar pukul 23.00. Usai membobol kotak infaq, pelaku bermaksud untuk keluar masjid dan melarikan diri.
Di saat yang sama, Laimak (25) warga setempat masuk ke dalam masjid untuk sholat isya dan berpapasan dengan pelaku.
Saat memasuki ruang utama masjid, ia melihat kotak infaq yang sudah dibobol tergeletak di lantai. Curiga, ia lantas memberitahu rekannya untuk melaporkan kejadian itu ke Mapolsekta Gondokusuman dan mengejar pelaku.
Tak selang lama, pelaku yang belum terlalu jauh berjalan dari masjid dapat dibekuk warga. Saat digeledah, warga menemuka uang sebesar Rp 435.200 dan diakui pelaku merupakan uang dari kotak infaq masjid.
Beruntung, petugas kepolisian yang mendapati laporan tersebut segera mengamankan pelaku sebelum menjadi korban aksi main hakim sendiri yang dilakukan warga.
"Pelaku diamankan beserta barang bukti uang sebesar Rp 435.200 yang disimpan di dalam tas. Rencananya uang itu akan digunakan untuk bekal ke Jakarta," papar Kanit Resrim Polsekta Gondokusuman Iptu Purnomo.
Akibat perbuatannya, pelaku terancam dikenai pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. (*)