Akhir Tahun, Semen Indonesia Tuntaskan Akuisisi Semen Myanmar

Manajemen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk kini tengah mematangkan proses akuisisi produsen semen di Myanmar

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Manajemen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk kini tengah mematangkan proses akuisisi produsen semen di Myanmar. Dwi Soetjipto, Direktur Utama Semen Indonesia mengatakan, diperkirakan proses tersebut bakal rampung akhir tahun ini.

Setelah resmi diakuisisi, kapasitas pabrik semen tersebut akan ditingkatkan dari 500.000 ton per tahun menjadi 1,5 juta ton per tahun. Produksi semen dari Myanmar tersebut ditujukan untuk mengisi pasar Myanmar dan Bangladesh.

"Myanmar insha Allah akhir tahun," ujar Dwi berbincang wartawan ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (27/8/2014) sore.

Dia menjelaskan, saat ini akuisisi produsen semen di Myanmar tersebut tengah dalam tahap mengkalkulasi valuasi. Sebab, kata dia, produsen tersebut ternyata tidak hanya memproduksi semen.

"Kalau tidak salah dia ada tambang batubara, ada beberapa industri lain yang harus kita valuasi sebaik-baiknya," kata Dwi.

Seiring perhitungan valuasi tersebut, manajemen Semen Indonesia juga tengah merampungkan aspek legalnya.

Dwi menambahkan, investasi yang disiapkan untuk akuisisi ini plus minus 30 juta dollar AS. Rencananya, selain melakukan ekspansi bisnis ke Myanmar, Semen Indonesia juga akan melebarkan sayap sampai ke Bangladesh, serta meningkatkan kapasitas produksi di Vietnam.

Dwi mengakui, proses akuisisi di Myanmar lebih alot daripada di Bangladesh. "Pertama, Myanmar ini lagi masa transisi (pemerintahannya). Kedua, profitabilitasnya sebenarnya lebih tinggi dari Vietnam. Makanya, banyak orang datang ke Myanmar kan. Mereka jadi merasa seperti gadis cantik lah," ungkap Dwi menyebut alasannya.

Kendati menemui hambatan demikian, Dwi tetap maju lantaran pasar Myanmar sangat menarik. Selain itu, dia bilang banyak sekali bahan baku produksi semen di sana. "Myanmar itu banyak bahan baku. Harapannya kita bisa kuasai bahan bakunya," kata Dwi.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved