Tulis Selebaran Mencari Kerja, Pengangguran Ini Kewalahan Terima Telepon

Setelah foto selebaran lamaran kerjanya diunggah seseorang ke media sosial, Andreas Mochtar banyak dilirik perusahaan.

Editor: Muhammad Tazli

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Setelah foto selebaran lamaran kerjanya diunggah seseorang ke media sosial, Andreas Mochtar banyak dilirik perusahaan. Lulusan SI Universitas Trisakti tahun 2003 jurusan Manajemen ini mengungkapkan jika setiap hari selalu ada yang menghubunginya.

"Dari pukul 8 sampai 10 malam selalu ada yang telepon setiap harinya, pernah juga ada yang beberapa menelpon di atas jam sepuluh malah," kata Andreas di rumahnya, kawasan Duri Kepa, Jakarta Barat Senin (15/9/2014).

Andreas yang masih tinggal bersama orangtua dan adik iparnya ini mengaku jika keluarganya ikut kewalahan. Ibu Andreas, Dien membenarkannya.

"Lagi di dapur, telepon suka bunyi. Lalu baru ditinggal, telepon bunyi. Kewalahan. Banyak sekali yang ternyata menelepon. Syukur banget," ujar Dien.

Namun, ketika Andreas tidak di rumah, keluarganya, termasuk Dien hanya mencatat nama perusahaan, posisi yang dicari, dan nomor telepon. Kemudian, Andreas akan meneleponnya kembali.

"Semua perusahaan yang telepon, saya tapi tidak di tempat, saya akan telepon balik. Saya juga akan minta maaf jika memang tidak menerima lowongan mereka. Misal karena jauh atau tidak sesuai kualifikasi saya," kata Andreas.

Sebagai informasi, selebaran yang ditulis dan disebarkan oleh Andreas rupanya banyak diunggah oleh para pengguna Facebook. Salah satunya oleh Michael Jonathan, yang mendapat selebaran itu ketika mobilnya dipakir di kawasan Green Ville, Jakarta Barat.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved