Mengaku Dihamili Pejabat Polda Sumut
Pengakuan Kiki Hanya untuk Memeras Uang Tetra
AKBP Tetra Darmariawan, Pamen Polda Sumut, dan istrinya, mendatangi redaksi Tribun Medan, Kamis (18/9/2014) malam
Laporan Wartawan Tribun Medan / Averiana Barus
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - AKBP Tetra Darmariawan, Pamen Polda Sumut, dan istrinya, mendatangi redaksi Tribun Medan, Kamis (18/9/2014) malam untuk mengklarifikasi soal hubungannya dengan Kiki Indri Yanti (23), perempuan yang saat ini tengah hamil delapan bulan.
Tetra menyebut pengakuan Kiki itu hanyalah pemerasan atas dirinya dan untuk menghancurkan kariernya.
Apakah benar pernah berhubungan dengan Kiki? Tetra menjawab,"Ya, benar itu dulu awalnya salah sambung. Biasanya kalau salah sambung tidak saya gubris. Tapi entah kenapa, ya kali itu berlanjut."
Tetra mengaku benar mereka pernah berhubungan intim. "Tapi ya ketika saya anu dia, saya bayar."
Hubungan mereka dikatakan Tetra berlanjut dan Kiki mulai menjadikan Tetra sebagai ATM-nya. Karena menurut Tetra, Kiki punya modal memerasnya dengan ancaman membeberkan kelakuan Tetra pada istrinya.
Sebelumnya Kiki mengadukan AKBP Tetra Darmariawan perwira menengah yang menjabat sebagai Kasubditkerma Ditbinmas Polda Sumut, agar bertanggung jawab atas janin yang akan dilahirkannya. (Baca: Mengaku Dihamili Pejabat Polda, Kiki: Anak Saya Ini Manusia)
Persoalan kemudian muncul ketika istri Tetra, mengetahui kedok suaminya. Istri yang sudah dinikahinya selama lima tahun ini rupanya memilih melawan pemerasan Kiki lewat jalur hukum. Tetra berhenti transfer uang ke Kiki.
Kiki, yang dikatakan Tetra sudah memiliki anak yang juga tanpa ayah ini mulai meradang dan melancarkan ancaman-ancaman berupa pesan singkat yang masih disimpannya. Tetra sempat menunjukkan pesan-pesan singkat Kiki yang berupa ancaman akan menghancurkan kariernya, memenjarakannya, serta ancaman-ancaman lain.
Satu isi SMS Kiki yang ditunjukkan Tetra berbunyi: "Kw siap'kn diri'mu, jgn panggil aku ocha, kalo aku gak bisa masukkan kw ke penjara, jgan harap kw bisa ikut ujian, kw blum tw aku tetra, aku bisa lbh gila dr yg kw tw".
Bahkan, belakangan muncul Indra, yang mengaku sebagai Om Kiki untuk menengahi dan terus-menerus menghubungi Tetra untuk "mendamaikan situasi" dan meminta kebijaksanaan Tetra.
Dari pesan singkat yang ditunjukkan Tetra, Om Kiki banyak merayu Tetra untuk mengakui bayi perempuan yang dikandung Ocha, nama lain Kiki serta mengembalikan keadaan menjadi normal kembali.
"Ya tujuannya hanya uang dan status. Ngakunya sih enggak meras, tapi terus-terusan di SMS," ujarnya.
Sementara itu Kiki berharap agar Tetra mau mengakui bayi tersebut sebagai darah dagingnya. Dia bahkan siap menerima skenario terburuk, bila Tetra batal menikahinya. Karena saat masih menjalin hubungan Tetra menjanjikan Kiki untuk dinikahinya setelah ia bercerai dengan istrinya. (Baca: Kiki: Kata Bapak Dia Mau Nikahin Aku)
Yang penting anak mereka diakui oleh bapaknya serta mendapatkan kasih sayang serta mendapatkan biaya pendidikan untuk masa depannya kelak. "Anak saya ini anak manusia bukan hewan,"