Menteri Pendidikan Beri Penghargaan Kepada Prof Sorimangaraja Sitanggang
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh memberikan penghargaan kepada Prof Sorimangaraja Sitanggang pada anugrah kebudayaan
Laporan Wartawan Tribun Medan / Joseph Wesly Ginting
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh memberikan penghargaan kepada Prof Sorimangaraja Sitanggang pada anugrah kebudayaan di Gedung Perfilman Usman Ismail Kuningan, Jakarta, (3/10/2014) lalu.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Prof Sorimangaraja Sitanggang menggali dan melestarikan budaya warisan nusantara lewat Yayasan Pusuk Buhit Sakti yang bergerak dalam lembaga budaya Batak, mossak Batak (seni bela diri batak), pengobatan tradisionil Batak, Pendidikan dan peradaban suku Batak.
"Ada rasa bersyukur karena telah memajukan dan menggali budaya Batak sehingga dikenal di dalam dan luar negeri. Apalagi, mendapat penghargaan dari Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Namun, tanggung jawab untuk mempertahankan penghargaan ini adalah tugas yang harus dikerjakan secara rutin dan iklas," katanya kepada wartawan, Senin (6/10/2014)
Keberhasilannya mendapatkan penghargaan tersebut karena berhasil menggali dan melestarikan aksara Batak menjadi kurikulum muatan lokal tingkat SD, mengali dan melestarikan Mossak Batak menjadi bermasyarakat, menulis naskah dan sutradara opera Batak yaitu asal mula tongkat tunggal pananaluan, terjadinya danau Toba, opera Batak lahirnya raja Sisingamangaraja, sinetron Batak asal mula dalihan natolu, menggali dan melestarikan tortor cawan dan tortor Batak,Gondang dan memproduksi hingga budaya tersebut menyatu dengan masyarakat.
"Budaya Batak disenangi oleh mancanegara, terbukti dengan banyaknya turis datang ke daerah Batak untuk wisata. Nah, bila tidak dirawat, maka berlahan, budaya itu akan ditinggalkan. Sebagai putra Batak, saya ingin sekali mempertahankan budaya -budaya itu agar tetap dikenal mancanegara. Dengan anugrah ini, saya lebih termotivasi untuk memperkenalkan budaya batak," katanya.
Lanjutnya, selain mendapatkan penghargaan dari Mentri, sebelumnya saya juga sudah mendapat penghargaan tingkat daerah, nasional dan internasional.
"Yayasan Pusuk Buhit sering mengadakan pagelaran budaya, salah satunya mengisi acara pesta ulang tahun Danau Toba. Penghargaan ini bukan hanya milik saya, namun, juga milik masyarakat Sumut. Dengan adanya penghargaan ini, saya berharap budaya batak sermakin dicintai di masyarakat luas," tuturnya paska mendapatkan Anugrah Kebudayaan dan Maestro Tradisi Indonesia.
Sitanggang menambahkan akan konsen dalam melaksanakan kegiatan yang sudah di program di Yayasan Pusuk Buhit. Dan, tetap meluaskan budaya-budaya batak. Penghargaan ini, menurutnya akan menjadi penyemangat para pengurus di yayasan Pusuk Buhit
"Saya juga berterima kasih kepada masyarakat Sumut yang telah memberikan kepercayaan kepada saya dan yayasan Pusuk Buhit," katanya.
(Wes/tribun-medan.com)