Makanan Serba Makassar di Ringroad Medan
Kalau yang lain kita pertahankan rasanya. Bahkan ibu saya memasak sendiri semua makanan ini.Setiap pagi beliau memasak sendiri.
Laporan wartawan Tribun Medan/Wiwi Deriana
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Memasuki warung Coto Makassar di Jalan Ringroad Industri No 16 Tanjung Sari, Medan Selayang, kita akan menemukan beragam makanan khas Makassar di dalamnya. Mulai dari Coto Makassar, Sup Konro, Es Pisang Hijau dan beragam cemilan khas Makassar lainnya. Owner Coto Makassar, Andita, menuturkan awalnya pembukaan resto ini karena ibunya, Andi Darmawati merasa bosan hanya di rumah saja. Ibunya ingin mencari aktivitas yang sesuai dengan hobinya.
"Ibu saya itu asli orang Makassar. Jadi beliau berpikir menjual makanan-makanan khas dari Makassar. Awalnya beliau berjualan di depan Griya Dome. Tapi karena ada yang kurang cocok dihentikan. Setelah kita pindah dan tinggal di Ringroad ini, kita berpikir kenapa tidak dibuka saja disini apalagi lokasinya cukup strategis. Pengawasannya juga mudah karena bersatu dengan rumah," ujarnya saat ditemui di warungnya, Minggu (19/10/2014).
Tak ingin tanggung-tanggung dalam memberikan makanan khas Makassar ini, Andita menuturkan mereka bahkan mendatangkan langsung bahan-bahannya dari Makassar. Misalnya sirup untuk es pisang ijo dan juga kluwak. Ia menuturkan bila menggunakan sirup lain rasanya akan berbeda. Seringkali ia menuturkan saat ingin mencoba memakai kluwak yang dibeli di Medan, kluwaknya tidak segar dan banyak kluwaknya yang kosong dan tidak ada isinya.
"Padahal kluwak ini merupakan bahan yang sangat dibutuhkan dalam membuat Sup konro. Rasanya tidak pas kalau kluwaknya tidak segar. Banyaknya saudara disana cukup membantu untuk mengirimkan bahan yang kita butuhkan," ujarnya.
Andita mengatakan setiap makanan memang benar-benar diolah sesuai dengan aslinya dan tidak ada rasa yang diubah.Bahkan seringkali Ia katakan banyak orang yang sudah pernah merasakan Coto Makassar langsung mengatakan rasanya mirip dengan yang di kota asalnya.
Namun khusus untuk Es Pisang Ijo, mereka mengurangi sedikit rasa manisnya. Rasa yang asli terlalu manis dan banyak orang Medan yang kurang suka.
"Kalau yang lain kita pertahankan rasanya. Bahkan ibu saya memasak sendiri semua makanan ini.Setiap pagi beliau memasak sendiri. Beliau ingin rasanya tetap sama dari ke hari agar pengunjung tidak kecewa," katanya.
Untuk menjaga cita rasanya, Ia mengatakan mereka menggunakan bahan-bahan segar.Bila bahannya kurang segar Ia menuturkan rasanya akan berbeda dan kurang enak. (der/tribun-medan.com)