Ini Sejarah Komunitas Skateboard di Medan
Banyak cara yang dilakukan remaja untuk menghindari dampak buruk narkoba, salah satunya menyibukan diri dengan hobi-hobi
Laporan Wartawan Tribun Medan / Tarmizi Khusairi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Banyak cara yang dilakukan remaja untuk menghindari dampak buruk narkoba, salah satunya menyibukan diri dengan hobi-hobi seperti bermain skateboard.
Ketua Komunitas Medan Skateboarding, Dodo Prasetyo mengatakan komunitas ini terbentuk tahun 1998. Awal terbentuknya komunitas ini, para anggota komunitas latihan di Gudang Jarum dan ada juga yang latihan di depan taman makam pahlawan yang berada di Jalan Sisingamangaraja.
"Seiring berjalannya waktu, karena mungkin kenyamanan bermain, para pemain skateboar pindah ke Pendopo USU hingga sampai saat ini, namun belakangan ini ada juga yang bermain di Lapangan Merdeka, tepatnya di Lapangan Voli," katanya, Rabu (29/10/2014).
Dia menambahkan, untuk jadwal bermain, setiap hari, bebas dan tidak terbatas. Namun saat Pendopo digunakan untuk pesta atau pun event-event, mereka harus tidak latihan.
Dodo mengatakan, kegiatan mereka selain latihan nongkrong-nongkrong, namun ada kegiatan yang digelar setiap tahun pada 21 Juni, itu hari skateboard sedunia, dimana tanggal tersebut seluruh skateboarder dunia merayakannya, dan ada yang konvoi kejalan.
"Kita tidak anakri, saat turun dijalan dan tetap damai seperti di pantai, ada juga kompetisinya. Intinya merayakan lah.. Namanya juga hari rayanya skateboarder, kalau anggota sekitar 200 orang," ucapnya.
Dia menambahkan, tujuan Medan Skateboarding untuk kesehatan, sillahturahim antar skateboarder, dan yang paling penting untuk kebahagiaan, meski olahraga extrem, tidak ada pake syarat syarat gabung, yang penting harus ada skateboard dan sepatu.
"Kalau mau kaki ayam juga tidak masalah, Kalo belum ada skateboardnya bisa pinjam dulu, skateboarder dipendopo baik baik kok," katanya
(cr4/tribun-medan.com)