Breaking News:

Kenaikan Harga BBM

Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa USI Bakar Ban di Jalan

Puluhan mahasiswa Universitas Simalungun (USI) beraksi menentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintah

Editor: akb lama
Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa USI Bakar Ban di Jalan
Tribun Medan / Ammar
Sejumlah mahasiswa Universitas Simalungun (USI) berunjukrasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan membakar ban di Jalan Sisingamangaraja Pematangsiantar, Selasa (18/11/2014).

Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Puluhan mahasiswa Universitas Simalungun (USI) beraksi menentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintah sejak dinihari tadi, Selasa (18/11/2014). Mereka membakar ban di Jalan Sisingamangaraja, depan di depan Kampus Fakultas Hukum USI.

Pantauan www.tribun-medan.com, aksi bakar ban tersebut sempat membuat arus lalulintas terganggu. Polisi yang datang beberapa saat kemudian juga sempat kewalahan menghadapi aksi mahasiswa.

"Kami dari gerakan mahasiswa pemberani, menolak dengan tegas kenaikan BBM ini. Karena menurut pandangan kami ini hanya akal-akalan pemerintah, karena Indonesia masih memiliki banyak minyak dan Sumber Daya Alam, dan pemerintah juga belum ada mensosialisasikan tentang kenaikan BBM ini ke masyarakat," kata Frederiq Rangkuti, salah seorang mahasiswa.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah agar mencabut UU Nomor 2 tahun 2009 tentang Migas. "Karena bertolak belakang dengan kebutuhan rakyat, kami juga meminta kepada pemerintah untuk menjalankan Pasal 33 UUD 1945," teriak mahasiswa.

Massa menilai, kartu sehat dan kartu pintar yg dikeluarkan pemerintahan Jokowi bukan mengurangi penderitaan rakyat, melainkan menambahi beban rakyat.

"Karena nantinya kartu ini dimiliki oleh pejabat-pejabat negara ini, mungkin kartu ini nantinya cuma sedikit yg akan terealisasikan ke masyarakat kecil," katanya.

Massa pun mengancam akan melakukan aksi lebih besar. "Aksi hari ini hanya tes. Setelah ini kami akan membangun diskusi kepada organ-organ mahasiswa yang ada di Siantar-Simalungun. Hari ini cuma dua organ saja, LMND dan GNP 33," katanya.

(amr/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved