Pembagian Gas 3 Kg Ricuh, Warga Mengaku Hendak Ditikam
"Pengusahanya ini kurang ajar dek. Kami malah diancamnya. Udah gitu, tadi ada warga yang mau ditikamnya,"
Laporan Wartawan Tribun Medan / Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Warga yang bermukim di Jalan Pukat Banting Bantan Timur, Medan Tembung mendadak ricuh. Puluhan warga mengamuk lantaran tak mendapatkan tabung gas 3 kg subsidi.
Informasi yang diperoleh Tribun di lapangan menyebutkan, awalnya puluhan warga mengantri di tempat pengambilan gas elpiji subsidi milik salah seorang pengusaha yang berada di Jalan Mandailing.
"Waktu kami mau ambil gas, pengusaha malah mendahulukan orang lain dek. Padahal kami sudah berjam-jam menunggu," ujar Nur (55) warga Jalan Aksara, Gang Pancasila di Polsekta Percut Seituan, Senin (24/11/2014) siang.
Kesal dengan sikap pengusaha, warga pun ribut dan minta dilayani. "Pengusahanya ini kurang ajar dek. Kami malah diancamnya. Udah gitu, tadi ada warga yang mau ditikamnya," kata wanita berbaju motif batik ini.
Saat pengusaha berusaha menikam warga, warga lainnya pun berdatangan dan nyaris menghakimi si pengusaha yang belum diketahui identitasnya. Mendapat laporan ada kericuhan, petugas Polsekta Percut Seituan kemudian turun ke lokasi dan mengamankan pengusaha bersama warga yang sempat ricuh.
Hingga saat ini, sang pengusaha masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik. Sementara itu warga tampak berkumpul di halaman Polsekta Percut Seituan. (cr5/tribun-medan.com)