Warga Medan Tenggelam di Malaysia
Rumah Sakit Malaysia Salah Kirim Mayat ABK Indonesia yang Tenggelam
Namun belakangan baru disadari ternyata pihak rumah sakit Malaysia salah mengirim korban alias mayat.
TRIBUN-MEDAN.com – Sampai kini belum semua anak buah kapal (ABK) dalam tragedi di laut Malaysia ditemukan. Seperti diketahui sejumlah ABK berkewarganegaraan Indonesia masih dinyatakan hilang dalam peristiwa Tugboat Malaysia yang ditabrak kapal tanker Malaysia di Perairan Tanjung Gelang, Pahang, Malaysia, (29/10). Sudah hampir sebulan, dan ada beberapa korban asal Medan yang berhasil diidentifikasi dan dipulangkan untuk disemayamkan keluarganya.
Jasa Barus (kapten kapal, Novri Sentra, Iwan Abdulrahman dan Johan Abidin Hutabarat diduga menjadi korban. Sementara 1 (satu) orang WNI selamat dibantu oleh nelayan. Martin Sembiring, memperkirakan rekan ABK lainnya berada dalam tugboat yang tenggelam. Johan diketahui merupakan warga Medan, Sumatera Utara, yang tinggal di daerah Sukadono, Medan Helvetia. Sementara Jasa Barus merupakan warga Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Namun belakangan baru disadari ternyata pihak rumah sakit Malaysia salah mengirim korban alias mayat. Istri dari Jasa Barus, kapten kapal yang tenggelam itu, baru saja diberi kabar bahwa ternyata jasad suaminya ditemukan hari ini, Selasa (25/11). Padahal dua minggu lalu pihak rumah sakit sudah mengirimkan jasad yang diduga adalah Jasa Barus. Keluarganya di Tanah Karo pun langsung melakukan upacara adat dan menguburkannya di Gunung Meriah, Karo.
Jadi jasad siapa yang disemayamkan mereka dua minggu lalu?
Juni Sembiring kini mengaku panik dengan kabar terbaru dari pihak rumah sakit Malaysia ini. Setelah berbincang dengan Novi Mayri Yanti Ketaren, kekasih ABK yang masih hilang Johan Abidin Hutabarat, Jun langsung mencoba menghubungi rumah sakit di Malaysia.
“Panik dia bang. Soalnya kan sudah sempat dikuburkan. Entah siapa jadinya yang dikuburkan itu. Bisa jadi bang Johan atau korban lainnya,” kata Novi kepada Tribun Medan. Keberadaan Johan Abidin Hutabarat memang belum diketahui hingga saat ini.
Novi menceritakan Jun Sembiring memang sempat heran karena ketika jasad suaminya dikirimkan minggu lalu, tidak ada cincin di jari manisnya. Ia sempat menanyakan hal itu. Namun tidak ada jawaban pasti. Di jasad yang hari ini ditemukan ternyata ada yang mengenakan cincin yang dimaksudkan Jun. Cincin ini memiliki ukiran “JB”. Yang merupakan kependekan dari nama Jasa Barus.
“Pihak Malaysia kok teledor begitu sih? Sudahlah proses pencarian dan evakuasi terlalu berlarut-larut. Sekarang malah jasadnya ketukar. Ini bagaimana tanggungjawabnya kepada keluarga. Yang kemarin kan sudah dimakamkan. Jadi itu jasad siapa sebenarnya,” keluh Novi.
Sebelumnya, Konsulat Jenderal Malaysia untuk Medan, Rozi menjelaskan peristiwa kecelakaan kapal tersebut telah berlangsung lama. Namun demikian, untuk informasi lebih detil tidak dapat dijelaskannya karena belum memperoleh kepastian.
"Saya enggak dapat informasi pasti. Ini permasalahan menyangkut dua negara. Sebaiknya mempertanyakan masalah tersebut kepada KBRI Indonesia di Kualalumpur karena warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam kecelakaan itu. Jadi perkembangan tentang informasi terkini pasti yang lebih mengetahui KBRI Indonesia di Kualalumpur," ujarnya.
(Eris Estrada/tribun-medan.com)