Disela Aktivitas, Ini yang Harus Dilakukan Para Ibu
Seminar untuk para ibu, Tua Itu Pasti, Cantik Itu Pilihan dihadiri puluhan ibu-ibu muda hingga ibu-ibu yang telah berumur, di Atrium Cambridge
Laporan Wartawan Tribun Medan / Silfa Humairah
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seminar untuk para ibu, Tua Itu Pasti, Cantik Itu Pilihan dihadiri puluhan ibu-ibu muda hingga ibu-ibu yang telah berumur, di Atrium Cambridge Mall, Senin (22/12/2014). Kegiatan seminar tersebut digelar untuk menumbuhkan kepedulian para ibu untuk merawat tubuh dan kecantikan luar dalam mereka walaupun di usia tua.
Dokter Deryne Anggia Paramita SPKK, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, yang menjadi pemateri dalam seminar tersebut menuturkan para ibu harus peduli dengan perawatan tubuh dan kulit. Walaupun sibuk di sela-sela kegiatan menjadi ibu rumah tangga atau wanita karir, para ibu harus tetap menjaga kesehatan, dan merawat tubuh.
"Saya sebagai dokter kulit menganjurkan para ibu untuk sesering mungkin mencuci muka, walaupun sibuk cuci muka itu harus agar menyegarkan kulit wajah. Kemudian istirahat yang cukup serta memakan buah-buahan. Itu dasar perawatan untuk kulit, dan bisa dilakukan oleh semua ibu baik muda dan tua," katanya.
Menurutnya Selain buah dan istirahat yang cukup, para ibu juga harus menghindari paparan sinar matahari, menghindari rokok, menggunakan tabir surya, mengkonsumsi antioksidan dan diet tinggi buah dan sayur. "Karena usia tidak bisa dipilih tapi menjadi cantik adalah pilihan, selain untuk sendiri tentu untuk suami dan anak-anak. Sehingga para ibu harus menyempatkan diri untuk sejenak perawatan," katanya.
Sementara itu Dokter Frank Bietra SpBP Re, Dokter Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, pemateri, menuturkan ada banyak cara untuk mempercantik dan tubuh. Mulai dari ke salon, klinik kecantikan, gym, hingga operasi. Dan ada pula beragam resiko yang harus diterima, misalnya kalau mau yang tidak sakit dan murah, para ibu bisa melakukan make up, lulur, facial dan perawatan lainnya di salon. Kalau yang cukup menguras kantong dapat melakukan operasi, tapi sebaiknya tidak dengan silikon cair.
Menurutnya para ibu harus menghindari silikon cair yang disuntikkan ke tubuh karena dapat membuat radang, granuloma, infeksi dan mengalir ke tempat yang lebih rendah sehingga bentuk semakin tidak sesuai dengan yang diinginkan bahkan memperparah. Bahkan silikon cair telah dilarang Amerika dan ditinggalkan oleh ahli bedah plastik.
"Hal ini juga yang harus dijauhi karena penggunaan silikon cair juga dimanfaatkan oleh orang yang tidak profesional untuk digunakan di salon kecantikan dan dokter umum. Karena selain efek samping yang berbahaya, silikon cair juga dapat menyebabkan kematian," kata Frank.
(sil/tribun-medan.com)