Ini Cara Istana Koki Buat Kejutan di Hari Ibu

Nining, penarik becak motor, terlihat terkejut saat empat orang anaknya datang menghampiri saat ia bekerja. Wulan, anak sulungnya, menggandeng

Laporan Wartawan Tribun Medan / Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Nining, penarik becak motor, terlihat terkejut saat empat orang anaknya datang menghampiri saat ia bekerja. Wulan, anak sulungnya, menggandeng adik-adiknya untuk menemui sang ibu dalam rangka kejutan di Hari Ibu, Senin (22/12/2014) di Jalan Cikditiro. Hal tersebut merupakan ide dari Istana Koki yang ingin memberikan penghargaan kepada para Ibu-Ibu Perempuan Hebat di kota Medan.

Selain memberi kejutan dengan membawa anak-anak si ibu penarik pecak, Istana Koki juga memberikan nasi tumpeng dan bingkisan saat mempertemukan Ibu dan anak ini di Hari Ibu.

Nining (35) menuturkan menggeluti profesi penarik becak karena suaminya yang mengalami stroke tidak kunjung sembuh. Sebelum mengalami stroke, suaminyalah yang menjadi tulang punggung dengan berprofesi sebagai penarik becak motor. Tapi sejak suaminya sakit 7 tahun lalu, ia menggantikan posisi suaminya untuk mencari nafkah.

"Dua tahun pertama, saya buka jualan kecil-kecilan di rumah, jadi bisa sekalian mengurus suami, anak-anak dan menjaga kedai. Tapi belakangan, suami saya tidak kunjung sembuh, anak-anak makin besar dan butuh banyak biaya untuk sekolah. Saya pun memutuskan untuk menyewa becak di tempat suami saya sebelumnya mengambil becak. Dan mangkal di depan sekolah untuk mengantar jemput anak sekolah di jalan Binjai Kilometer 10, sekarang profesi ini sudah 5 tahun saya geluti," katanya.

Menurutnya, ia bersyukur memiliki anak-anak yang sangat pengertian dan berbakti kepadanya. Karena ketika ia mulai bekerja pada pukul 07.00, anak-anaknya mandiri menyiapkan diri sendiri untuk pergi sekolah. Wulan anak sulungnya, yang ia berikan tanggung jawab untuk memastikan adik-adiknya tidak terlambat dan sarapan sebelum berangkat sekolah. Ia mengaku bekerja hingga malam, bahkan tidak jarang ketika ia pulang anak-anaknya sudah tidur.

Sementara itu, Wulan, anak sulung Nining, menuturkan bangga karena sang ibu mengambil alih posisi ayahnya sebagai tulang punggung tapi tetap mengerjakan tugas ibu. "Sebelum berangkat kerja, ibu udah masak dan bersihin rumah sejak shubuh. Saya hanya tinggal mempersiapkan adik-adik untuk pergi ke sekolah, adik saya ada yang duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan ada yang masih duduk di Sekolah dasar (SD)," katanya.

Menurutnya, adik-adiknya ada yang masuk pagi dan ada juga yang masuk siang, jadi mereka secara bergantian untuk menjaga adik bungsu mereka yang masih berumur 4 tahun, dan mengurus sang ayah yang masih sakit.

Setelah acara tangis-tangisan di jalan, satu keluarga ini dibawa makan bersama di Restoran Istana Koki di Jalan Cikditiro.

(sil/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved