Roti Ganda Khas Siantar Akan Diberi Label Halal dan Kadaluarsa
Cuma kita tunggu dari MUI dulu. Akupun minta tolong. Mana fatwanya belum ada, surat keterangan aja yang dikasih ke saya
Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Hingga kini, Roti Ganda Pematangsiantar yang begitu populer tidak hanya di Pematangsiantar tapi juga di Sumatera Utara, belum memiliki label kadaluarsa dan label halal. Padahal, publik menantikan adanya kedua label itu di kemasan produk mereka.
Pemilik Roti Ganda, Jumar Zulhamsyah, mengaku pihaknya sudah berniat untuk memasang kedua label tersebut di kemasan produknya. Namun hal itu belum dapat direalisasikannya lantaran belum mendapat fatwa halal dari MUI.
"Ini saya nanti bakal pake expired. Soalnya bukan hanya wartawan, semua udah mempertanyakan ini. Jawaban saya, ini pasti kita pasang. Ini pasti bakal. Cuma kita tunggu dari MUI dulu. Akupun minta tolong. Mana fatwanya belum ada, surat keterangan aja yang dikasih ke saya," ujarnya, Kamis (25/12/2014).
Jumar mengaku, pemasangan kedua label tersebut akan dilakukannya bersamaan. Sejauh ini pihaknya masih menunggu keluarnya label halal dari MUI. Ia beralasan, faktor biaya yang mahal untuk membuat tulisan expired dan halal menjadi kendala pihaknya menunda.
"Itu kan expired itu kan bukan ditulis tangan. Itu kan printing. Itu kan bukan murah biayanya. Okelah kubuat label expired itu sekarang. Terus nanti keluar label halal, mau buat film printing lagi. Wah, bukan murah itu. Sampe sekarang hanya surat keterangan aja. Kita gak bisa paksa. Kemarin udah kita paksa, mereka bilang, 'Memangnya kalian aja yang mau diurus'," katanya.
"Kita sudah memenuhi kok untuk mendapatkan label halal. 95 persen pekerja kita muslim. Bahan-bahan kita semua juga halal," katanya.
Jumar mengakui, selama ini, pihaknya mempertimbangkan faktor keuntungan bisnis sebagai alasan menunda-nunda pemasangan label kadaluarsa.
"Oke. Saya jawab. Sepenting apa expired itu. Jawabnya, oke, penting. Nah, kalau expirednya besok, hari ini abang beli, abang mau makan? Nah, sebaliknya, kalau gak ada expirednya? Ini memang soal bisnis. Aku kan tahu, rotiku produksi tiap hari. Berarti kalau roti saya mau dipasang expired, kalau seminggu oke. Saya kan harus mempertimbangkan. Yang mana yang mau saya korbankan. Pelanggan di sana, atau saya pasang expired, tapi resiko ke saya. Para pengecer yang membeli ke sini (pabrik) memohon jangan," katanya. (amr/tribun-medan.com)