AirAsia Hilang Kontak

Chi Man Choi dan Putrinya Harusnya Bersatu dengan Sang Istri di Singapura

Seorang penumpang asal Inggris yang turut dalam penerbangan pesawat AirAsia hilang kontak bepergian dengan putrinya yang baru berusia dua tahun

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang penumpang asal Inggris yang turut dalam penerbangan pesawat AirAsia hilang kontak bepergian dengan putrinya yang baru berusia dua tahun yang berkewarganegaraan Singapura. Sementara itu, diyakini anggota keluarga lain sudah lebih dulu pulang ke Singapura dengan penerbangan lain dari Indonesia.

Pria itu bernama Chi Man Choi, dan putrinya Zoe, yang kembali ke Singapura dan berencana untuk bergabung dengan sang ibu di Singapura yang sebelumnya lebih dulu pulang dari Surabaya dengan kakaknya Zoe seperti yang dilansir Dailymail. 

Choi sendiri diyakini berasal dari Hull, Yorkshire, awalnya lulus dari University of Essex Inggris, merupakan seorang managing director dari sebuah perusahaan energi di Indonesia.

Dia dan putrinya membeli tiket pesawat AirAsia QZ8501 pada hari naas itu. Sesuai dengan daftar penumpang, mereka pun duduk di baris pertama, di kursi 1B dan 1C pesawat tersebut.

Penerbangan AirAsia QZ8501 berangkat Surabaya pada jam 5.30 pagi dan dijadwalkan mendarat di Bandara Changi Singapura pada 08:30 waktu setempat.

Namun, pesawat itu mengalami hilang kontak dengan menara kontrol lalu lintas udara selama penerbangan, setelah pilot dilaporkan meminta mengubah jalur penerbangan karena cuaca buruk.

Airbus A320, yang membawa 155 penumpang, termasuk didalamnya 138 orang dewasa, 16 anak-anak dan satu bayi, terakhir terlihat di radar pada 06:16 waktu setempat, tetapi menghilang kurang dari satu menit kemudian.

Dalam daftar penumpang terdapat enam penumpang WNA termasuk satu warga Inggris, satu Singapura, satu Malaysia, tiga warga Korea Selatan dan 149 orang warga Indonesia.

Tiga orang warga negara Korea Selatan di pesawat itu adalah Park Seong-beom, 37, istrinya Lee Kyung-hwa, 36, dan putrinya yang baru 12 bulan Park Yuna.

Menurut pejabat di Gereja Yeosu First Presbyterian, pasangan itu dikirim ke Indonesia sebagai misionaris Kristen dan bepergian ke Singapura untuk memperbaharui visa mereka. (Fahrizal Fahmi Daulay)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved