Ditangkap Polisi Anti Teror di KLIA
Remaja Malaysia Ini Nekat Masuk ISIS Karena Pengaruh Internet
Pelajar institus tahfiz di Shah Alam ini hendak bergabung dengan ISIS karena terpesona pada ajaran-ajaran kelompok itu yang dibacanya di internet.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
TRIBUN-MEDAN.com, KUALA LUMPUR - Seorang remaja perempuan yang masih dirahasiakan identitasnya, ditahan di Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA), kemarin, karena diduga akan bertolak ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.
Polisi antiteror Malaysia, yang mendapatkan pengaduan dari kerabat remaja itu, langsung berkoordinasi dengan pihak otoritas bandara guna mencegah kepergiannya. Remaja tersebut, seperti dilansir Malaysia Insider, diamankan saat sedang melakukan boarding.
"Tidak ditemukan ada orang lain yang bersamanya saat itu. Dari tiket yang ada padanya, diketahui bahwa yang bersangkutan berencana terbang ke Suriah melalui Mesir," kata Ketua Penolong Pengarah Bahagian Counter Terrorism, Cawangan Khas Bukit Aman SAC, Datuk Ayub Khan Mydin Pitchay, di Kuala Lumpur, Minggu (22/02/2015).
Hasil penyelidikan sementara pihak keamanan Malaysia, remaja asal Muar yang merupakan pelajar pengajian agama di sebuah institut tahfiz di Shah Alam, ini hendak bergabung dengan ISIS karena terpesona pada ajaran-ajaran kelompok itu yang dibacanya di internet.
"Namun kami juga akan melakukan investigasi lebih lanjut, apakah yang bersangkutan juga mendapatkan pemahaman tentang terorisme dan pengaruh ISIS di sekolahnya. Saat ini, sejumlah pengajar di sekolah sedang menjalani pemeriksaan," ucap datuk.
Remaja tersebut tidak ditahan. Setelah menjalani pemeriksaan dan didata, ia dipulangkan ke keluarganya.
Malaysia, Indonesia, dan Filipina, merupakan negara-negara yang disasar ISIS untuk merekrut anggota-anggota baru. Belum lama, beredar video propaganda ISIS yang di dalamnya diduga terdapat sejumlah warga negara Indonesia dan Malaysia.(ags)