Soal Areal Pemakaman, Salman Alfarisi: Pemko Terkesan Tidak Perduli

Salman Alfarisi berpendapat Pemerintah Kota Medan kurang memberikan kepada beberapa tanam makam

Laporan Wartawan Tribun Medan / Jefri Susetio

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Anggota Komisi D, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Salman Alfarisi berpendapat Pemerintah Kota Medan kurang memberikan kepada beberapa tanam makam, sehingga masih terkesan menakutkan.

"Perhatian Pemko Medan kepada beberapa lahan makam tidak sebagus pada massa pemerintah sebelumnya. Jadi terkesan tidak perduli. Padahal areal pemakaman harus bagus terang dan tidak terkesan seram," ujarnya saat dihubungi, Minggu (1/3/2015).

Dia berharap, Pemerintah Kota Medan mengelola lokasi pemakaman secara baik. Apalagi, berdasarkan laporan masyarakat lokasi pemakaman banyak dimanfaatkan orang tak bertanggungjawab menjadi lokasi transaksi narkoba dan perzinahan.

Sebelumnya, Keberadaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Medan banyak yang tak terawat. Tak hanya pemakamam yang padat, estetika yang kurang beraturan menyulitkan penziarah untuk berjalan karena banyak rumput.

Seorang peziarah di TPU Jamin Ginting, Carles (30) mengatakan sangat kecewa dengan Pemerintah Kota Medan karena kondisi taman makam sangat tak terawat. Apalagi laham pemakaman sangat padat, sehingga sulit untuk mencari makam keluarga.

“Saya berziarah ke tempat ayah saya karena kebetulan saya di Medan, saya selama ini tinggal di Surabaya. Tapi, taman makam ini sekarang sudah tidak terawat, ilalangnya tinggi dan tidak beraturan sehingga sulit tadi saya berjalan dan mencari makam ayah saya,” katanya

Selain itu, lanjut dia, aroma tak sedap pun tercium, dari tempat pembuangan sampah (TPS) yang berada di depan taman pemakaman. Oleh sebab itu, sangat menganggu peziarah yang sedang berdoa.

“Tadi saya cium kok bau gitu, pas saya lihat ternyata ada tempat pembuangan sampah, makanya bau. Jadi tampah semrawutlah makam ini seperti tidak dikelola, apalagi kan dekat pajak sore, makanya tempat pemakaman ini haruslah dirawat lagi supaya lebih baik,” ujarnya.

Pengamat Sosial dan Pemerintahan, dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Arifin Saleh mengatakan pemerintah harus bertanggung jawab untuk menyediakan lahan makam kepada masyarakat. Sehingga jenazah dapat diperlakukan secara baik sesuai dengan kaidah yang berlaku.

"Saya heran, masalah ini memperlihatkan Pemko Medan kurang perencanaan, menyelesaikan masalah beda mati saja tidak mampu.Persoalan ini sangat krisis dan seharusnya tidak lagi jadi permasalahan di tengah masyarakat apabila proses perencanaan bagus. Karena tidak membutuhkan solusi yang rumit," ujarnya saat dihubungi, Minggu (1/3/2015)

Dia mengungkapkan masih maklum apabila Pemko Medan kesulitan menyelesaikan masalah sampah dan pedagang kaki lima. Karena ada perlayanan dari masyarakat.
Tapi, sangat menyesalkan apabila masalah jenazah tidak dapat diselesaikan secara baik. Sehingga, pembangunan itu harus direncanakan secara maksimal.

"Tata ruang kota harus ada perencanaan yang bagus, lokasi pengelolaan taman makam harus diperbaiki hingga seperti pemakaman di berbagai kota besar di Indonesia seperti di Jakarta dan pulau jawa lainnya. Mereka saja bisa menyelesaikan permasalahan ini, masak Pemko Medan tak mampu," ungkapnya.

(tio/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved