Majelis Buddhayana Indonesia Sumut Gelar Meditasi Untuk Khalayak
Selama melakukan meditasi, detak jantung melambat, tekanan darah menjadi normal, pernapasan menjadi tenang
Laporan wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit
TRIBU-MEDAN.com, MEDAN - Selama melakukan meditasi, detak jantung melambat, tekanan darah menjadi normal, pernapasan menjadi tenang, dan tingkat hormon stres menurun. Itu lah yang dirasakan peserta meditasi Riady A. Hutama.
Pria yang menjabat sebagai sekretaris Majelis Budayana Indonesia Sumatera Utara ketika menjelaskan tentang meditasi di Kantor Majelis Buddhayana Indonesia Cabang Medan Jalan Bambu II Medan, Rabu (4/3/2015)
Riady mengatakan bahwa majelis budayana sumut terbuka untuk semua masyarakat untuk melakukan meditasi bersama. "Meditasi adalah sebuah ajaran bagi kami untuk meningkatkan kualitas hidup kami, tetapi ajaran ini bukan hanya untuk kami yang beragama budha karena itu kami mengajak umat-umat lain untuk bermeditasi bersama," ujarnya.
Menurut riady mereka sudah berulang kali melakukan meditasi bersama dengan umat dengan khalayak. "Beberapa kali kita sudah melakukan meditasi bersama dengan umat lain seperti, umat hindu, umat katolik, kristen protestan dan umat yang lainnya," katanya.
Ia menceritakan dari beberapa orang yang ikut meditasi ini merasakan berbagai manfaat. "Dari teman-teman yang ikut meditasi, kami merasakan hubungan kami semakin dekat, dan kami merasa sudah semacam saudara gitu," ucapnya.
Riady menuturkan acara meditasi bersama ini adalah salah satu wujud kecintaan dari majelis buddhayana Indonesia Sumut untuk meningkatkan kebersamaan dan kesolitan antar umat beragama di Medan. "Meditasi ini kan memberi kita ketenangan, jadi kita berharap dengan adanya meditasi bersama ini para umat kita bersama umat lain semakin kompak, semakin damai," ujarnya.
Ia melontarkan bahwa saat ini tantangan terbesar dari agama bukanlah agama lain, tetapi konsumerisme. "Saat ini menjadi tantangan terberat dari setiap agama adalah konsumerisme, bukan agama atau kepercayaan lain, oleh karena itu salah satu hal yang bisa mengendalikan konsumerisme adalah dengan meditasi," ucapnya.
Namun, kata Riady, untuk mengikuti meditasi dari Majelis Buddhayana Indoensia, harus mendaftarkan dirinya. "Meditasi ini kan butuh ketenangan dan juga tempatnya terbatas makanya kita membatasi jumlahnya. Nah bagi yang pengin ikut harus mendatar dulu," ujarnya. (cr7)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/anggota-majelis-buddhayana-indonesia-sumut.jpg)