Breaking News:

Heroik, Mantan Kiper Tim Nasional Ini Tangkap dan Hajar Dua Begal

Sahari Gultom "nekat" mengejar, menangkap, dan menghajar kedua begal, karena pernah punya pengalaman buruk. istrinya pernah jadi korban.

TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
SAHARI Gultom 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mantan kiper Tim Nasional Indonesia yang kini jadi pelatih PSMS Medan, Sahari Gultom, berhasil tangkap begal. Tak tanggung-tanggung, laki-laki yang akrab disapa Ucok ini meringkus dua begal sekaligus.

Peristiwa ini terjadi Rabu (25/03/2015) malam. Saat itu, Ucok baru saja pulang dari markas PSMS di Stadion Kebun Bunga. Saat melintasi kawasan Jl Sekip, ia melihat dua laki-laki tengah berupaya merampas tas seorang perempuan.

"Tepat di depan mata kepalaku kejadiannya. Perempuan yang tasnya dirampas itu kalah kuat dan jatuh terguling ke aspal," katanya pada Tribun, Kamis (26/03/2015).

Didorong perasaan geram, Ucok langsung menggeber gas sepeda motornya. Aksi kejar-kejaran pun berlangsung. Barangkali gugup lantaran sembari mengejar Ucok terus berteriak-teriak, kedua begal itu membelokkan sepeda motor mereka ke ruas Jl Gatot Subroto yang perlalulintasannya diatur dengan sistem satu arah.

Arus lalu lintas yang sedang padat membuat upaya mereka tambah kesulitan bermanuver.

"Mereka sempat berhenti karena nyaris ditabrak mobil. Saat itulah, langsung kuhantamkan keretaku (sepeda motor). Orang itu jatuh. Aku juga jatuh. Waktu kulihat mereka mau lari, aku teriak lagi," ujar Ucok.

Salah seorang begal berupaya menyerang Ucok. Tapi penjaga gawang nomor satu PSMS di era 1990 an ini tak gentar. Ia membuka helm dan tanpa ampun menghantamkannya ke kepala begal tersebut hingga jatuh tak sadarkan diri.

Melihat itu rekannya langsung mengambil langkah seribu. "Aku sama beberapa warga sekitar mengejarnya. Berhasil aku tangkap di depan (gerai) Bolu Meranti (di Jl Meranti)," sebutnya. Tak ayal, begal yang identitasnya belum diketahui ini pun segera jadi bulan-bulanan warga. Beruntung baginya ada petugas patroli polisi yang melintas. "Kalau nggak mungkin sudah tamat itu begal," ujar Ucok.

Ditanya kenapa ia "nekat" mengejar, menangkap, dan menghajar kedua begal, Ucok mengatakan ia "dendam", karena pernah punya pengalaman buruk.

"Istri aku pernah jadi korban rampok. Dulu masih rampok namanya dikenal, belum begal. Persis di jalan yang sama. makanya, waktu melihat ada perempuan dirampok, aku terbayang seperti itulah istri aku dulu. Dalam pikiranku, inilah orang yang dulu ngerampok istriku. Makanya tanpa pikir panjang langsung aku kejar," ujarnya.

Ucok mengaku belum, mengetahui perkembangan pemeriksaan terhadap kedua begal ini. "Kemarin langsung dibawa ke (Polsek) Medan Baru. Aku belum ada dihubungi (Polisi)," ucapnya.

(cr2/Tribun-Medan.com)

Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved