Ditanya Kapal Meledak, Ini Jawaban Humas Pertamina

Humas PT Pertamina Regional 1 Provinsi Bagian Utara, Brasto Galih Nugroho membenarkan kapal yang meledak

Ditanya Kapal Meledak, Ini Jawaban Humas Pertamina
net
Kapal kargo KM Kumala Indah tenggelam di perairan Belawan, Sumatera Utara, Selasa (24/3/2015) kemarin 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Jefri Susetio

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Humas PT Pertamina Regional 1 Provinsi Bagian Utara, Brasto Galih Nugroho membenarkan kapal yang meledak tersebut milik Pertamina jenis Kapal Motor Tengker yang sedang dalam proses perbaikan di dermaga.

"Iya kapal tengker milik pertamina yang meledak. Untuk kronologis lebih tepat ditanyakan ke PT Waruna Nusa Sentama selaku pemilik dermaga saat kapal sedang dalam proses perbaikan," ujarnya saat dikonfirmasi lewat BBM, Selasa (14/4/2015).

Dia menjelaskan, kronologis mendetail tentang meledaknya kapal itu dapat dikonfirmasi dengan petugas kepolisian. Namun, seluruh korban jiwa bukan karyawan PT Pertamina Persero.

"Semua korban meninggal bukan karyawan PT Pertamina untuk lebih jelas silahkan ditanyakan ke PT Waruna Nusa Sentama," ungkapnya.

Sebelumnya, Kapal Tengker milik PT Pertamina Persero meledak di Belawan, Senin (13/4) sore. Akibatnya tiga pekerja kapal tewas mengenaskan karena mengalami luka bakar yang parah.

Seorang staf kamar jenazah RSUD Pirngadi, Marisi menjelaskan ketiga korban mengalami luka bakar 100 persen, sehingga seluruh badan korban gosong dan beberapa bagian tubuh lainnya terkelupas.

"Semua terbakar tubuhnya, sudah hitam dan sebagian tubuhnya juga terkelupas sudah enggak kelihatan lagi pakaiannya istilahnya sudah 100 persen. Ketiga jenazah masuk ke ruang jenazah, Senin (13/4/2015) pukul 20.00 WIB," ujarnya saat ditemui di ruang jenazah, Selasa (14/4/2015).

Selain itu, lanjut dia, pihak keluarga mengambil jenazah dari kamar mayat pada Selasa (14/4) dinihari tepatnya sekira pukul 04.00 WIB. Namun, sebelum jenazah di ambil keluarga untuk disemayamkan ke rumah duka. Pihak kamar jenazah terlebih dahulu memandikan.

"Seluruh jenazah mengalami luka bakar habis, rata-rata jenazah sudah enggak merah semua kulit sudah terkelupas dan pakaian yang digunakan sudah enggak kelihatan. Masing-masing korban ini bernama Prigatin Sembiring, Seimati, Suharto warga Gaperta, dan Sulaiman warga Jalan Gambir III," katanya.

Sebelumnya, informasi yang santer berkembang bahwa ledakan tersebut disebabkan meledaknya gas pada kapal yang sedang diperbaiki itu. Namun pihak kepolisian menyatakan belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran itu.

(tio/tribun-medan.com)

Penulis: jefrisusetio
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved