NEWSVIDEO: Di Bawah Rumah Ini Terdapat Candi Kuno Abad ke-12
Keberadaan empat candi di kawasan Situs Kota Cina di Paluh Besar, Jalan Kota Cina, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan
Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Keberadaan empat candi di kawasan Situs Kota Cina di Paluh Besar, Jalan Kota Cina, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, sampai kini masih menjadi tanda tanya.
Namun, Tribun berhasil menemui langsung titik keberadaan candi-candi tersebut. Candi-candi tersebut, menurut Prof Ichwan Azhari dari Universitas Negeri Medan (Unimed), berada tepat di bawah rumah warga sekitar.
Awalnya, Tribun ditunjukkan oleh Ichwan melalui galeri foto yang ada di Museum Kota Cina.
"Di rumah inilah candi itu berada. Di bawah sini ada tiga ini. Karena kebetulan rumah ini bergandengan. Satu lagi di sini," kata Ichwan, sambil menunjukkan foto rumah tempat keberadaan candi tersebut.
Ichwan mengatakan, pada tahun 2010, sempat akan dilakukan ekskavasi (penggalian) candi-candi tersebut. Namun, penggalian tidak jadi dilakukan lantaran terbentur kesepakatan dengan warga pemilik rumah.
"Waktu itu Wali Kota Rahudman udah datang ke sini. Pas di atas sumur inilah dia. Foto ditaruh besar-besar di halaman 1 di koran-koran. Tapi sampai sekarang apa. Ditunggu-tunggu warga rupanya enggak juga. Sampai sekarang," kata Ichwan.
Kala itu, kata Ichwan, warga meminta uang pengganti sebesar Rp 1,4 miliar.
"Tapi Pemko ngukurnya pake standar pelebaran jalan. Gak tahu mereka betapa berharga ini. Kalau ini digali. Terus dijadikan obyek wisata dan obyek pembelajaran, luar biasa ini. Pemasukan pun akan banyak untuk Kota Medan," katanya.
Ichwan juga menunjukkan sebuah bekas galian berbentuk persegi panjang.
"Di sini dulu banyak kita dapat. Inilah dia. Ini kami koleksi sesuai dengan kedalamannya. Paling dalam itu 1,8 meter. Makin ke atas dia berarti makin muda umur bendanya," kata Ichwan sembari menunjukkan kepada wartawan.
Tribun pun selanjutnya mendatangi rumah warga yang di bawahnya terdapat candi-candi tersebut.
Salah seorang pemilik rumah, Sri Wati mengaku sering menyentuh candi tersebut saat menimba air di sumurnya.
"Inilah dia. Kalau surut nampak dia jelas. Kalau nimba sering kena," kata Sri, sambil menunjukkan letak candi tersebut di sumurnya.
Sri mengatakan, dirinya sangat mendukung jikapun rumah dan lahannya dibeli, ia siap asalkan harganya cocok. Ia memberikan contoh, dengan harga Rp 1 miliar, ia siap melepas tanah dan rumahnya.
"Kalau apa ya kasih aja. Yang penting cocoklah (harganya). Karena pun sekarang payah mau nyari tanah. Di mana-mana udah mahal harga tanah," katanya.
(amr/tribun-medan.com)